Pak Thu dengan susah payah menulis permohonan ke Dana Dukungan Pasien Kanker - Foto: Dokumen yang Disediakan
Pak Thu dan istrinya, Ibu Pham Thi Dung, menikah pada tahun 1992. Beliau lahir dan dibesarkan dalam keluarga nelayan besar, sementara istrinya berasal dari keluarga petani. Keadaan hidup mereka yang sulit menumbuhkan empati dan pengertian, yang mengarah pada pernikahan mereka. Di tengah tantangan hidup, mereka tidak mengharapkan banyak hal, hanya berharap memiliki keluarga yang bahagia. Setiap hari, Pak Thu bekerja sebagai pengemudi gerobak. Meskipun pekerjaannya sangat berat, beliau tidak mengeluh. Satu-satunya hal yang sangat membebani pikiran Pak Thu dan istrinya adalah penantian panjang mereka untuk memiliki anak.
Seiring bertambahnya usia, keinginan Tuan Thu dan istrinya untuk memiliki anak guna melanjutkan garis keturunan keluarga mereka semakin kuat. Mengetahui bahwa Nyonya Dung sedih setiap kali memikirkan masa depan, ia dengan sepenuh hati menyemangatinya, berjanji untuk merawatnya dengan baik hingga mereka tua dan beruban. Namun, yang tidak diduga Tuan Thu adalah kesehatannya akan menurun dengan cepat setelah bertahun-tahun bekerja keras. Banyak penyakit yang berhubungan dengan paru-paru, jantung, dan ususnya membuatnya lemah. Terkadang, ia harus sepenuhnya bergantung pada perawatan istrinya.
Pada awal tahun 2024, istri Bapak Thu pingsan dan jatuh ke lantai. Meskipun mendapat perawatan medis tepat waktu, kesehatannya tidak seperti sebelumnya. Ia mengalami gangguan mental, kadang pelupa, kadang ingat. Lengan dan kaki kanannya juga lumpuh. Karena sudah tua dan lemah, serta tidak mampu merawat istrinya dengan baik, Bapak Thu harus bergantung pada dukungan saudara perempuan istrinya. Hal ini selalu membuatnya merasa bersalah.
Tujuh bulan lalu, Bapak Thu kembali dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung. Setelah pemeriksaan, dokter menemukan masalah lain yang mengkhawatirkan: tumor muncul di rektumnya. Sejak itu, Bapak Thu harus menjalani terapi radiasi dalam jangka waktu yang lama. Penyakit yang dideritanya dan istrinya telah menghabiskan tabungan mereka yang seharusnya untuk masa depan. Berkat dukungan dari kerabat dan kenalan, Bapak Thu dapat makan tiga kali sehari dan minum obat untuk melawan penyakitnya.
Saat kami berkunjung, Bapak Thu sedang menulis surat permohonan ke Dana Dukungan Pasien Kanker "Bright Tomorrow". Dengan susah payah mengendalikan lengannya yang lumpuh, ia dengan teliti menulis setiap huruf. Bapak Thu mengatakan bahwa sekarang, yang ia inginkan hanyalah hidup agar ia masih bisa melihat dan menyemangati istrinya. Bahkan di saat-saat terakhirnya, Bapak Thu tidak melupakan janjinya bertahun-tahun yang lalu.
Tay Long
Semua donasi untuk keluarga Bapak Tran Van Thu dapat dikirim ke Surat Kabar Quang Tri , Jalan Hung Vuong 311, Kota Dong Ha (Tel: 0919001317) atau ditransfer ke rekening: Surat Kabar Quang Tri, Nomor rekening: 0771000000456 di Bank Komersial Gabungan Perdagangan Luar Negeri Vietnam - Cabang Quang Tri, atau dikirim langsung ke keluarga di alamat: Bapak Tran Van Thu, Lingkungan 2, Kelurahan 1, Kota Dong Ha, Provinsi Quang Tri.
Sumber: https://baoquangtri.vn/noi-long-cu-ong-mac-benh-ung-thu-193842.htm







Komentar (0)