
Di ruang latihan Fakultas Kebudayaan dan Seni, sosok dosen Truong Thi Hao yang dengan teliti mengoreksi setiap gerakan murid-muridnya telah menjadi familiar bagi banyak generasi mahasiswa. Baginya, setiap kelas bukan hanya tentang mengajarkan teknik pertunjukan, tetapi juga tentang menanamkan dan membangkitkan kecintaan pada profesi di kalangan anak muda. Oleh karena itu, dalam setiap kuliah, ia selalu mempertahankan pendekatan yang teliti dan serius, mencurahkan seluruh hatinya ke dalamnya.


Ibu Hao selalu percaya bahwa untuk menekuni seni tari, siswa tidak hanya membutuhkan bakat tetapi juga disiplin, kerja keras, dan hasrat yang tulus terhadap profesi tersebut. Terutama dalam tari rakyat – sebuah disiplin yang berakar kuat dalam budaya tradisional – para seniman membutuhkan pelatihan yang lebih ketat untuk mengekspresikan semangat, emosi, dan kedalaman setiap karya di atas panggung.
Dosen Truong Thi Hao berbagi: "Tari adalah mata pelajaran yang sangat sulit dan menuntut. Di setiap kelas, saya hanya berharap dapat menanamkan semangat dan antusiasme saya kepada para siswa sehingga ketika mereka lulus, mereka akan memiliki keterampilan terbaik, dengan percaya diri menunjukkan diri, dan meraih kesuksesan di panggung profesional."





Ibu Hao tidak hanya berdedikasi kepada murid-muridnya, tetapi juga menjadi inspirasi seni bagi putrinya sendiri. Sejak kecil, Ly Ha Mi sudah terbiasa dengan sesi latihan tari ibunya, lampu panggung, dan pertunjukan seni. Kecintaannya pada tari tumbuh selama bertahun-tahun, membawanya untuk memutuskan belajar di Fakultas Kebudayaan dan Seni, tempat ibunya saat ini mengajar.

Di dalam kelas, dosen Truong Thi Hao adalah guru yang tegas. Namun dalam kehidupan nyata, ia adalah seorang ibu yang selalu menemani dan menyemangati putrinya dalam perjalanan artistiknya yang penuh tantangan. Bagi Ha Mi, belajar di bawah bimbingan ibunya merupakan tekanan sekaligus motivasi baginya untuk berusaha lebih keras setiap hari.



Ly Ha Mi (Kelas Tari Menengah K25, Fakultas Kebudayaan dan Seni) berbagi: "Sejak kecil, saya selalu menemani ibu saya ke kelas tari dan menonton banyak pertunjukan, jadi saya selalu mencintai seni tari. Saya juga sangat mengagumi dedikasi ibu saya terhadap profesinya. Karena itu, saya ingin melanjutkan semangat ibu saya dan mengejar jalur artistik saya sendiri. Ibu saya cukup ketat dalam hal studi saya, tetapi saya merasa sangat beruntung selalu menerima bimbingan penuh dedikasi darinya, yang telah membantu saya tumbuh dan menjadi lebih dewasa selama studi saya."


Ketika putrinya memilih untuk mengejar karier profesional di bidang tari, instruktur Truong Thi Hao menaruh harapan tinggi pada kedewasaan dan dedikasi putrinya untuk terus berkembang. Baginya, seni tidak mengenal rasa puas diri, karena di balik pertunjukan yang indah terdapat proses pelatihan serius dan peningkatan diri yang berkelanjutan.
"Putri saya menunjukkan kecintaan pada tari sejak usia muda, dan pengalamannya di panggung semakin memicu gairahnya. Ketika dia memilih untuk menekuni tari profesional, kami berdua sangat bahagia karena kami dapat saling menemani dalam perjalanan artistik ini. Harapan terbesar saya adalah agar dia selalu menjaga disiplin dan berlatih dengan tekun untuk menekuni profesi ini dengan serius," kata instruktur Truong Thi Hao.



Lebih dari sekadar kisah keluarga, citra seorang ibu dan anak perempuan yang berjalan bersama dalam perjalanan artistik mereka juga membangkitkan emosi khusus pada para mahasiswa di departemen tersebut. Bagi banyak anak muda, hal itu berfungsi sebagai sumber dukungan spiritual dan motivasi, memberi mereka lebih banyak kepercayaan diri dalam jalan yang mereka pilih.
Siswa Ha Minh Tuyen (Kelas Tari Menengah K25) berkata: "Ibu Hao adalah orang yang sangat berdedikasi, mencintai seni, dan selalu menularkan energi positif kepada murid-muridnya. Kisah Ibu Hao dan putrinya yang mengejar hasrat mereka dalam seni sangat menyentuh dan menginspirasi saya. Saya merasakan pengertian dan dukungan di antara mereka, dan itu juga memotivasi saya untuk berusaha mengejar hasrat saya."



Kecintaannya pada seni dipupuk oleh kecintaannya pada profesinya, pengertian dan dukungan keluarganya, serta dedikasi bertahun-tahun yang gigih terhadap studio tari. Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, mereka yang dengan tenang menjaga api semangat tetap menyala dan meneruskannya, seperti instruktur Truong Thi Hao, berkontribusi dalam melestarikan dan melanjutkan nilai-nilai budaya tradisional melalui setiap tarian dan setiap generasi murid.
Sumber: https://baolaocai.vn/noi-nhip-dam-me-nghe-thuat-post899934.html







Komentar (0)