Pendapatan yang sangat tinggi
Komune Dong Hai, distrik Duyen Hai (provinsi Tra Vinh) adalah daerah dengan tanah berpasir dan asin yang sering dilanda panas terik, angin laut, dan cuaca yang tidak menentu. Namun, di sinilah kehidupan petani Le Van Duot berubah berkat penerapan teknik pertanian modern pada budidaya sayuran.

Ladang lobak putih SH01 milik Bapak Duot.
FOTO: DUY TAN
Alih-alih menggunakan metode pertanian tradisional, Bapak Duot meneliti dan bereksperimen dengan model-model baru. "Saya menyadari bahwa tanah berpasir memiliki keunggulan tersendiri, seperti drainase yang cepat, mengurangi banjir, dan cocok untuk tanaman jangka pendek jika diperbaiki dengan benar," kata Bapak Duot.
Pada tahun 2019, Bapak Duot memutuskan untuk menyewa tiga bidang tanah di komune Dong Hai dengan total luas 1,1 hektar. Awalnya, beliau menanam bawang merah dan lobak putih, yang merupakan sayuran yang cocok untuk tanah berpasir, mudah dijual, dan memiliki perputaran yang cepat.

Barisan lobak SH01 yang subur hampir siap panen.
FOTO: DUY TAN
Pada tahun 2024, ia memperluas lahan pertaniannya menjadi 3,3 hektar (2,2 hektar untuk bawang merah dan 1,1 hektar untuk lobak putih). Setelah dikurangi biaya, ia memperoleh keuntungan sekitar 500 juta VND, di mana hampir 200 juta VND berasal dari lobak, pendapatan yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata petani di wilayah tersebut.

Pak Duot menanam bawang merah di tanah berpasir.
FOTO: DUY TAN
Kesuksesan melalui inovasi
Membagikan rahasia kesuksesannya, Bapak Duot mengatakan bahwa ia selalu fokus pada perbaikan tanah secara mekanis untuk mengurangi tenaga kerja dan menghilangkan patogen. Ia juga berinvestasi pada sistem irigasi sprinkler otomatis, yang menghemat biaya dan membantu melindungi sumber daya air tanah.

Pak Duot (kiri) sedang memanen lobak SH04.
FOTO: DUY TAN
Tidak berhenti sampai di situ, ia secara aktif mencari dan bereksperimen dengan varietas tanaman baru. Selama dua tahun terakhir, ia telah memperkenalkan varietas lobak putih berdaya hasil tinggi dari Sen Hong Seed Company Limited ke dalam produksi percobaan, termasuk SH01 (akar panjang dan runcing), SH03 (akar bulat, daun bulat), dan SH04 (akar bulat, daun terbelah). Varietas ini menghasilkan produktivitas tinggi, berkisar antara 4 hingga 6 ton per hektar tergantung pada kondisi cuaca, yang 0,5 hingga 2,5 ton per hektar lebih tinggi (tergantung musim) daripada varietas tradisional.
Saat ini, lebih dari 3 hektar lobak SH04, yang berumur hampir 40 hari, tumbuh dengan stabil. Varietas ini memiliki akar yang tebal dan kokoh, dan dibeli oleh pedagang dengan harga 4.200 VND/kg, sekitar 200 VND/kg lebih tinggi daripada varietas umum.

Saat ini, Bapak Duot memiliki lahan seluas 2,2 hektar yang ditanami bawang merah.
FOTO: DUY TAN
"Lobak adalah sayuran berumur pendek, siap panen dalam waktu sekitar 40 hari. Varietas SH04, khususnya, memiliki struktur daun terbelah yang mencegah genangan air, mengurangi masalah hama dan penyakit selama musim hujan, dan menghasilkan produktivitas tinggi, jadi saya sangat puas," ujar Bapak Dướt.
Menurut Bapak Cao Dinh Tuan, Direktur Sen Hong Seed Company Limited, keluarga Bapak Duot adalah salah satu keluarga petani yang telah menerapkan varietas baru ini dengan sangat efektif. Beliau tekun belajar, cepat menguasai tekniknya, dan menerapkannya secara sistematis. Model budidaya lobak SH04 yang beliau terapkan merupakan bukti nyata efisiensi produksi di daerah tanah berpasir.

Bawang bombay setelah dipanen di tanah berpasir.
FOTO: DUY TAN
Dari seorang penyewa lahan, petani Le Van Duot telah bangkit menjadi pemilik ekonomi berkat pola pikir produksi modernnya, pemilihan benih yang tepat, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pertanian. Kisahnya bukan hanya contoh kewirausahaan yang sukses tetapi juga membuka arah baru bagi para petani di daerah pesisir provinsi Tra Vinh di tengah perubahan iklim yang semakin kompleks.
Sumber: https://thanhnien.vn/nong-dan-doi-doi-nho-trong-cu-cai-va-hanh-tim-tren-dat-giong-cat-185250627092944765.htm








Komentar (0)