
Produk pertanian Vietnam perlu tahu cara bercerita dan menggunakan media sosial untuk meningkatkan keterlibatan - Foto: HAI KIM
Setiap hari, jutaan anak muda menghabiskan waktu berjam-jam di TikTok, Facebook, atau Instagram menonton video , menemukan restoran, dan mengikuti tren baru. Jika suatu hidangan menjadi viral di media sosial, banyak orang akan ingin membelinya segera.
Membangun narasi untuk produk pertanian Vietnam.
Bahkan merek kecil pun bisa menjadi terkenal hanya setelah beberapa video pendek jika mereka tahu cara menceritakan kisah yang tepat.
Vietnam memiliki banyak produk khas terkenal seperti mangga Cao Lanh, leci Bac Giang, buah naga Binh Thuan, durian Dataran Tinggi Tengah, dan stroberi Da Lat. Namun, sebagian besar produk ini masih dikenal terutama melalui pedagang atau bentuk promosi tradisional.
Saat ini, konsumen tidak hanya membeli produk karena kualitasnya; mereka membelinya secara emosional. Sebuah mangga menjadi lebih istimewa ketika pemirsa mengetahui bahwa mangga tersebut ditanam di tanah Dong Thap yang cerah dan berangin, dirawat oleh para petani yang telah mendedikasikan berbulan-bulan untuk mengolah ladang mereka.
Sekotak stroberi akan lebih menarik jika menyertakan gambar Da Lat yang berkabut dan kisah anak muda yang kembali ke kampung halaman mereka untuk mengembangkan pertanian bersih.
Namun, di balik tren ini, di banyak daerah pedesaan Vietnam, masih ada petani yang diam-diam bangun sebelum subuh untuk mengurus setiap kebun sayur dan kebun buah. Mereka menghasilkan produk pertanian berkualitas tinggi, tetapi banyak produk mereka masih belum banyak dikenal.
Di era di mana segala sesuatu dapat menjadi viral hanya dengan video singkat, yang terkadang kurang dari produk pertanian Vietnam bukanlah kualitas, melainkan kemampuan untuk menjangkau konsumen. Menghubungkan konten digital dengan pertanian menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Jika dipromosikan dengan benar, produk pertanian Vietnam tidak hanya dapat terjual lebih banyak tetapi juga meningkatkan nilainya, membangun merek, dan terhubung dengan konsumen melalui kisah mereka sendiri.
Justru itulah yang dibutuhkan sektor pertanian Vietnam di masa depan: mengubah produk pertanian dari sekadar makanan menjadi cerita tentang tanah air, budaya, dan masyarakat Vietnam.
Keterampilan digital adalah kunci untuk pertanian berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial mulai membawa banyak perubahan positif. Beberapa petani merekam diri mereka sendiri saat memanen buah, melakukan siaran langsung penjualan, atau berbagi kehidupan sehari-hari mereka di pertanian. Tanpa perlu panggung besar atau iklan profesional, keaslian dan kesederhanaan ini menarik ratusan ribu penonton. Akibatnya, lebih banyak konsumen mengetahui produk tersebut, dan petani dapat menjual langsung kepada pelanggan daripada sepenuhnya bergantung pada perantara.
Namun, kasus sukses seperti itu masih jarang terjadi. Mayoritas petani masih kesulitan menggunakan media sosial, membangun merek, atau menjangkau pelanggan secara online. Banyak yang tidak terbiasa dengan pengeditan video, siaran langsung, atau mempromosikan produk di internet. Hal ini menunjukkan bahwa, selain menyediakan modal dan teknik produksi, membekali petani dengan keterampilan digital sama pentingnya.
Untuk mengembangkan pertanian berkelanjutan di era baru, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Sekolah, organisasi pemuda, perusahaan teknologi, dan komunitas pembuat konten dapat mendukung petani dalam mengakses platform digital melalui kursus pelatihan tentang penjualan online, siaran langsung, branding, dan promosi produk. Hanya dengan sebuah ponsel pintar, petani saat ini dapat mengantarkan hasil panen mereka kepada pelanggan di seluruh negeri.
Selain itu, produk pertanian Vietnam juga dapat dipadukan dengan merek dan tren modern untuk meningkatkan nilainya. Kedai kopi dapat menggunakan buah-buahan Vietnam untuk menciptakan minuman baru. Merek-merek makanan manis dapat mengembangkan produk dari makanan khas lokal.
Para pembuat konten dapat mempromosikan produk pertanian daerah melalui video pendek, vlog, atau kampanye media komunitas. Seiring produk pertanian menjadi lebih umum dalam kehidupan modern dan di media sosial, nilainya juga akan meningkat.
Di masa depan, pertanian tidak hanya akan berkembang melalui mesin atau teknologi otomatisasi, tetapi juga melalui kemampuannya untuk terhubung dengan masyarakat melalui konten digital. Terkadang, video asli seorang petani di kebun dapat menghasilkan jangkauan yang sama luasnya dengan kampanye iklan profesional.
Produk pertanian Vietnam benar-benar dapat menjadi lebih dikenal luas, lebih disukai, dan menjangkau lebih jauh jika kita tahu cara menceritakan kisah di baliknya. Karena di era sekarang ini, produk yang bagus saja tidak cukup. Produk tersebut juga perlu dilihat, dibagikan, dan disebarluaskan melalui platform penghubung paling ampuh di generasi modern.

Sumber: https://tuoitre.vn/nong-san-viet-can-duoc-viral-20260518145556676.htm






Komentar (0)