Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Amerika bersiap untuk era baru.

Báo Thanh niênBáo Thanh niên08/11/2024

Presiden AS Joe Biden telah berjanji akan melakukan transisi kekuasaan secara damai dan tertib, sementara Presiden terpilih Donald Trump telah mulai menunjuk personel untuk pemerintahannya yang akan datang.


Pesan Biden

Dalam pidato di Gedung Putih pada pagi hari tanggal 7 November (waktu AS), Presiden Biden mendesak warga Amerika untuk "tenang" setelah kemenangan Partai Republik dan berusaha meyakinkan Demokrat yang khawatir tentang kembalinya mantan Presiden Trump, menurut Reuters. "Kekalahan tidak dapat dihindari, tetapi menyerah tidak dapat dimaafkan. Kekalahan bukan berarti kita dikalahkan," kata Biden. Presiden petahana menekankan bahwa pemilihan 5 November menunjukkan integritas sistem pemilihan Amerika dan berjanji akan melakukan transisi kekuasaan yang tertib. Biden juga mengundang Trump ke Gedung Putih, dan tim kampanye Trump mengatakan presiden terpilih akan hadir.

Nước Mỹ chuẩn bị cho thời mới- Ảnh 1.

Trump dan Biden pada peringatan serangan 9/11 tahun 2024 di New York.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan kepada pasukan bahwa Pentagon akan melakukan transisi kekuasaan yang tertib kepada pemerintahan Presiden terpilih Trump yang akan datang. "Seperti biasa, militer AS akan siap untuk menerapkan pilihan kebijakan dari panglima tertinggi berikutnya dan mematuhi semua perintah sah dari rantai komando sipilnya," tegas Menteri Austin dalam pesannya kepada pasukan pada 6 November. Ia juga menegaskan bahwa militer AS akan tetap terpisah dari politik dan terus membela negara, Konstitusi, dan hak-hak semua warga negara Amerika.

Akankah sayap kanan Eropa bangkit setelah kemenangan Trump?

Staf pertama

Pada tanggal 7 November, Presiden terpilih Trump juga mengumumkan bahwa Susie Wiles (67 tahun), salah satu dari dua manajer kampanyenya, akan menjadi Kepala Staf Gedung Putih. "Susie akan terus bekerja tanpa lelah untuk menjadikan Amerika hebat kembali. Merupakan suatu kehormatan besar memiliki Susie sebagai Kepala Staf wanita pertama dalam sejarah Amerika," tegas Trump.

Ini adalah pengumuman personel pertama yang dibuat saat Bapak Trump bersiap untuk kembali ke Gedung Putih pada 20 Januari 2025. AFP dan Reuters kemarin juga mencantumkan beberapa kandidat terkemuka untuk posisi kunci lainnya dalam pemerintahan Presiden terpilih Trump yang akan datang. Mereka yang dipertimbangkan untuk posisi Jaksa Agung termasuk Senator Mike Lee, Eric Schmitt, dan John Ratcliffe, serta Jaksa Agung Missouri Andrew Bailey. Dengan deklarasi Bapak Trump tentang deportasi massal imigran tanpa dokumen dan pertempuran hukumnya yang sedang berlangsung, calon Jaksa Agung akan memegang salah satu pekerjaan yang paling sensitif dan menantang.

Mengenai posisi Menteri Luar Negeri, kandidat potensial termasuk mantan Duta Besar untuk Jerman Ric Grenell, Senator Marco Rubio, mantan Penasihat Keamanan Nasional Robert C. O'Brien, dan Senator Bill Hagerty. Menteri Luar Negeri AS berikutnya akan memainkan peran kunci dalam menerapkan kebijakan luar negeri "America First" Trump dan kemungkinan akan menyaksikan perubahan besar dalam aliansi AS, menurut AFP.

Terkait posisi Menteri Pertahanan dan Direktur CIA, sekutu asing Amerika akan memantau dengan cermat para calon untuk dua peran penting ini. Calon potensial untuk Menteri Pertahanan termasuk Anggota Kongres Michael Waltz dan mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Selain itu, mantan Kepala Staf Departemen Pertahanan AS Kash Patel dan Senator John Ratcliffe dianggap sebagai calon potensial untuk Direktur CIA di masa mendatang.

Para pemimpin Rusia dan Tiongkok mengucapkan selamat kepada Trump.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada Donald Trump atas kemenangannya dalam pemilihan presiden AS 2024 pada 7 November dan mengatakan bahwa ia siap untuk mengadakan pembicaraan dengannya, menurut AFP. Pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa ia belum berbicara dengan Putin, tetapi mengindikasikan bahwa ia akan bernegosiasi dengan pemimpin Rusia tersebut. Presiden Tiongkok Xi Jinping juga mengirimkan pesan ucapan selamat kepada Trump pada 7 November, menekankan bahwa kedua negara harus "menemukan jalan yang tepat... untuk bergaul di era baru ini, yang menguntungkan kita berdua dan dunia," menurut CCTV.



Sumber: https://thanhnien.vn/nuoc-my-chuan-bi-cho-thoi-moi-185241108220525548.htm

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Matahari terbit di atas ladang

Matahari terbit di atas ladang

Membawa Kehangatan ke Rumah

Membawa Kehangatan ke Rumah

Kebahagiaan di usia tua

Kebahagiaan di usia tua