Warisan Guardiola
Guardiola, yang belum pernah bersama satu tim selama di Manchester City, menganggap Manchester sebagai rumah keduanya dalam karier kepelatihannya. Di Stadion Etihad, ahli strategi asal Catalan ini bekerja bersama rekan-rekan yang sudah dikenalnya sejak di FC Barcelona, seperti Txiki Begiristain dan Ferran Soriano.
Ketika Guardiola mengambil alih tim pada tahun 2016, Man City masih hidup di bawah bayang-bayang tetangga mereka, Manchester United. Setelah 10 tahun, ia mengubah "The Citizens" menjadi salah satu kekuatan terbesar di sepak bola Eropa.
![]() |
| Pep Guardiola meninggalkan warisan yang luar biasa di Etihad. (Sumber: MCFC) |
Periode dari 2016 hingga 2026 menyaksikan dominasi hampir absolut Manchester City di Inggris. Tim Stadion Etihad memenangkan 6 gelar Liga Premier, 5 Piala Liga, dan 3 Piala FA. Yang menarik, Manchester City menjadi tim pertama dalam sejarah sepak bola Inggris yang memenangkan kejuaraan nasional empat musim berturut-turut.
Tidak hanya berhenti di kompetisi domestik, Guardiola juga memimpin Man City meraih gelar Liga Champions UEFA pertama mereka pada musim 2022/23, sebelum kemudian menaklukkan Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
Di bawah asuhan Guardiola, Man City telah memenangkan 55% dari semua gelar sejak klub didirikan pada tahun 1880. Ia juga menjadi manajer dengan jumlah pertandingan terbanyak dan paling sukses dalam sejarah klub.
Sang revolusioner dalam sepak bola Inggris.
Guardiola tiba di Inggris pada musim panas 2016 dengan cara yang sangat dipublikasikan. Pada saat itu, manajer Manuel Pellegrini secara terbuka mengumumkan kepergiannya dari klub, sekaligus mengukuhkan Guardiola sebagai penggantinya.
Kedatangan ahli strategi asal Spanyol itu memicu perdebatan besar di Liga Premier. Banyak yang meragukan apakah filosofi penguasaan bola Guardiola dapat berhasil di lingkungan sepak bola Inggris yang serba cepat dan menuntut fisik.
Di musim pertamanya, Guardiola memicu kontroversi dengan mengecualikan kiper Joe Hart dari rencananya karena ia tidak memenuhi persyaratan untuk membangun permainan dari lini belakang. Ia digantikan oleh Claudio Bravo, tetapi perekrutan ini tidak membawa kesuksesan yang diharapkan.
![]() |
| Guardiola telah mengubah sepak bola Inggris. (Sumber: MCFC) |
Setelah musim pertama tanpa trofi, Guardiola melakukan perombakan besar-besaran. Sejumlah pemain baru, termasuk Ederson, Kyle Walker, Aymeric Laporte, dan Bernardo Silva, bergabung dengan tim.
Selama periode itu, Bernardo Silva menjadi pemain yang paling sering digunakan Guardiola sepanjang karier kepelatihannya. Pada saat yang sama, talenta muda Phil Foden melakukan debutnya di tim utama dan berkembang menjadi ikon baru bagi klub tersebut.
Sejak pembangunan kembali pada tahun 2017, Man City telah memasuki era keemasan dengan serangkaian gelar besar dan kecil. Terlepas dari perubahan skuad yang terus-menerus setiap musim, Guardiola telah mempertahankan stabilitas dan kemampuan untuk merevitalisasi tim.
Enam gelar Premier League dalam 10 musim pertamanya adalah pencapaian yang tak terbayangkan, bahkan menempatkan Guardiola sejajar dengan legenda terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris, seperti Alex Ferguson.
Sumber: https://baoquocte.vn/pep-guardiola-va-thap-ky-dinh-hinh-de-che-man-city-397521.html










Komentar (0)