|
Jatuhnya Barella menjadi viral di seluruh dunia . |
Setelah kalah 1-3 di leg pertama di Norwegia, Inter memasuki pertandingan leg kedua di San Siro pada pagi hari tanggal 25 Februari dengan tekad untuk membalikkan keadaan. Namun, Nerazzurri gagal menciptakan keajaiban dan kembali menderita kekalahan 1-2 di leg kedua pada pagi hari tanggal 25 Februari.
Dalam konteks ini, Barella menjadi pusat kontroversi. Gelandang Inter itu terjatuh di dalam kotak penalti Bodo/Glimt, dan tim tuan rumah langsung menuntut penalti.
Namun, baik wasit maupun VAR tidak mengambil keputusan untuk campur tangan. Rekaman gerakan lambat menunjukkan insiden yang dipertanyakan tersebut, dan permainan itu dengan cepat diputar ulang di berbagai saluran internasional.
Di platform media sosial X, serangkaian komentar muncul, mulai dari klaim bahwa Barella "menginjak kaki lawannya dan jatuh seperti ditembak oleh penembak jitu" hingga pernyataan bahwa "kebiasaan diving-nya masih mengikutinya bahkan di Liga Champions."
Beberapa orang juga teringat kontroversi baru-baru ini dalam pertandingan Inter-Juventus, ketika insiden Bastoni menyebabkan Kalulu menerima kartu kuning kedua dan diusir dari lapangan. Selain insiden di area penalti, Barella juga menarik perhatian karena reaksinya yang keras setelah benturan biasa di tengah lapangan.
Kekalahan Inter berawal dari kesalahan Akanji, yang memungkinkan Hauge untuk menghukumnya, sehingga menempatkan Inter pada posisi yang lebih不利 di awal babak kedua. Pada menit ke-72, Evjen melepaskan tembakan akurat dari sudut sempit, menggandakan keunggulan tim Norwegia tersebut.
Bastoni berhasil memperkecil kedudukan hanya empat menit kemudian, tetapi upaya itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Pada akhirnya, Inter mengakhiri kampanye Liga Champions mereka dengan skor agregat 2-5 dalam dua leg.
Inter tersingkir dari Liga Champions dengan penuh penyesalan. Dan di malam yang penuh kekecewaan di San Siro, citra Barella sekali lagi menjadi topik pembicaraan di seluruh Eropa.
Superkomputer memprediksi peluang tim untuk memenangkan Liga Champions. Superkomputer memprediksi Liverpool memiliki peluang tertinggi untuk memenangkan Liga Champions dengan 17,2%. Barcelona, Arsenal, dan Inter Milan berada di belakang mereka dalam persaingan tersebut.
Sumber: https://znews.vn/pha-nga-dep-mat-cua-sao-inter-post1630161.html








Komentar (0)