Sekretaris cabang partai, Tran Van Quang, dengan tenang mengamati meja rapat. Setiap wajah tampak familiar setelah berhari-hari menjalani pelatihan intensif, kesiapan tempur, dan latihan lapangan. Ia mengingatkan dirinya sendiri tentang prinsip yang telah tertanam: berbicara jujur ​​dan akurat sambil tetap menjaga kekompakan. Kritik memang diperlukan, tetapi tujuannya adalah untuk membantu setiap orang memahami tanggung jawab mereka dan memperbaiki kesalahan mereka, bukan untuk membuat siapa pun merasa sedang diawasi dan dihakimi.

Ilustrasi: tuyengiao.vn

Selama evaluasi setiap anggota Partai, cabang Partai menyebutkan Letnan Phan Van Duc, Ketua Peleton 1. Beliau adalah anggota Partai yang muda, antusias, dan bertanggung jawab yang telah membantu unit menjaga disiplin pelatihan dan kehidupan yang baik. Peleton menyelesaikan jadwal pelatihannya tepat waktu, dan disiplin tetap terjaga. Cabang Partai mengakui hal ini sebelum membahas area yang perlu ditingkatkan.

Bulan lalu, selama inspeksi latihan malam, Peleton 1 lambat dalam mengumpulkan pasukannya dan laporan situasinya tidak tepat waktu. Itu bukan kesalahan besar, tetapi bisa dengan mudah menjadi kebiasaan jika dibiarkan tanpa penanganan. Sekretaris Partai Quang memperhatikan bahwa Komandan Peleton Duc tampak cukup tegang.

Oleh karena itu, ketika berbicara, Sekretaris Partai Quang langsung ke intinya. Suaranya pelan dan jelas: “Selama inspeksi malam itu, keterlambatan berkumpul disebabkan oleh alasan objektif, karena para prajurit baru saja menyelesaikan latihan siang hari yang berat. Tetapi sebagai pemimpin peleton, jika Kamerad Duc telah proaktif melakukan inspeksi sebelumnya dan mengingatkan para prajurit lebih awal, perintah berkumpul akan lebih cepat. Pelaporan juga perlu lebih tepat waktu agar atasan dapat sepenuhnya memahami situasinya. Ini adalah pelajaran khusus yang perlu kita ambil agar kita dapat berbuat lebih baik di masa depan.”

Seluruh ruangan rapat mendengarkan dalam diam. Komentar-komentar tersebut tidak kasar atau menuduh. Sel Partai sedang menganalisis masalah spesifik, membahas isu dan tanggung jawab yang tepat. Tujuannya jelas: agar Ketua Peleton Duc belajar dari pengalaman dan berbuat lebih baik.

Ketika tiba saatnya untuk introspeksi diri, Kamerad Duc berdiri, sikapnya jujur ​​dan tulus, mengakui kekurangannya: "Saya menyadari bahwa saya terlalu ceroboh dalam memeriksa sebelum membentuk tim. Di masa mendatang, saya akan memeriksa lebih awal, melaporkan lebih cepat, dan mencegah situasi serupa terjadi lagi." Sekretaris cabang Partai Quang melihat sekeliling dan melihat banyak tatapan setuju. Ketika orang yang dikritik dengan jelas mengakui tanggung jawabnya, cabang Partai merasa lega. Suasana pertemuan santai namun serius, dalam semangat dialog yang konstruktif.

Pertemuan cabang partai bukan hanya untuk evaluasi tetapi juga untuk kemajuan bersama. Ketika setiap anggota partai memberikan umpan balik yang konstruktif, berbicara terus terang dan menghindari serangan pribadi, pendengar akan lebih reseptif. Sebaliknya, mereka yang menerima umpan balik juga harus berpikiran terbuka, mengakui umpan balik dengan benar, dan melakukan koreksi yang menyeluruh. Dengan demikian, pertemuan cabang partai akan benar-benar menjadi tempat untuk menumbuhkan karakter, menjaga disiplin, dan memperkuat kohesi kolektif.

    Sumber: https://www.qdnd.vn/chinh-tri/dua-nghi-quyet-cua-dang-vao-cuoc-song/y-kien-tam-huyet-voi-dang/phe-binh-viec-khong-phe-binh-nguoi-1027791