*Counting the Days Until Mother's Death* menandai reuni mengharukan antara ibu dan anak dari film blockbuster Parasite – film Korea Selatan pertama yang memenangkan empat Oscar bergengsi – Jang Hye Jin dan Choi Woo Shik. Diadaptasi dari cerita pendek Jepang yang terkenal, film ini menceritakan kisah tentang nilai momen sehari-hari dan keterbatasan waktu. Film ini mengikuti Ha-min (Choi Woo Shik), yang secara tak terduga melihat angka berkurang setiap kali ia makan masakan ibunya dan menemukan bahwa ketika angka tersebut mencapai nol, ibunya akan meninggal dunia. Film ini juga merupakan refleksi pribadi seorang anak: Jika ada kehidupan selanjutnya, ia tetap ingin makan masakan ibunya. Film ini dijadwalkan akan dirilis di bioskop pada 13 Maret.
* Jika Anda terpikat oleh emosi film *Our Later Years* yang dibintangi Zhou Dongyu dan Jing Boran, maka film romantis Korea Selatan *Later We Will Have Everything But Not Us*, yang dijadwalkan rilis pada 6 Maret, adalah pilihan yang menarik. Film ini juga menarik bagi penonton Vietnam karena menampilkan banyak adegan yang difilmkan di Vietnam. Menceritakan kisah pertemuan takdir antara Eun Ho dan Jeong Won dalam perjalanan pulang dengan bus, film ini menyampaikan emosi cinta yang tulus dan mendalam selama masa muda yang paling indah. Namun, cinta masa muda tak pelak dan impulsif, yang membuat mereka memilih untuk berpisah. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi, menyadari bahwa tahun-tahun cinta dan penderitaan itu telah membantu mereka menjadi lebih dewasa, lebih memahami cinta, dan belajar bagaimana mencintai lebih dalam. Sayangnya, cinta ini tidak lagi ditakdirkan untuk satu sama lain…
* Kokuho (Harta Nasional) - sebuah film yang memecahkan banyak rekor box office di Jepang pada tahun 2025 dan menerima nominasi Oscar pada tahun 2026, dijadwalkan akan dirilis di Vietnam mulai 6 Maret. Kikuo, putra seorang bos yakuza, diadopsi oleh seorang aktor Kabuki terkenal dan menjadi pemain Onnagata (opera tradisional Jepang) yang berbakat. Selama beberapa dekade, Kikuo dan Shunsuke, putra kandung dari ayah angkatnya, mengalami persaudaraan, persaingan, dan ketenaran saat mereka berjuang untuk memantapkan diri di panggung Kabuki. Di Jepang pasca-perang yang penuh gejolak, mereka menghadapi tekanan untuk melestarikan seni tradisional dan mengejar gelar "Harta Nasional Hidup."
NH (T/H)
Sumber: https://baodongnai.com.vn/dong-nai-cuoi-tuan/202603/phim-ngoai-do-bo-phong-ve-dip-dau-nam-d9e2b2a/






