Menurut TechSpot , berita tentang ketertarikan Qualcomm untuk mengakuisisi Intel mengguncang dunia teknologi global . Namun, menurut Bloomberg, kesepakatan itu kini berisiko gagal karena kekhawatiran Qualcomm tentang hambatan hukum.
Qualcomm tidak akan mengakuisisi Intel seperti yang direncanakan semula.
GAMBAR: TANGKAPAN LAYAR DARI WINDOWS CENTRAL
Bahkan raksasa chip Qualcomm pun waspada terhadap hambatan hukum?
Sebelumnya, Intel mengalami masa sulit dengan kinerja keuangan yang buruk, yang menyebabkan PHK massal dan pemangkasan biaya. Harga saham Intel juga anjlok, menyebabkan raksasa chip tersebut dikeluarkan dari indeks Dow Jones.
Menyadari peluang tersebut, Qualcomm bermaksud mengakuisisi Intel. Namun, kesepakatan ini akan menghadapi pengawasan ketat dari regulator, baik di dalam maupun luar negeri, terutama dalam konteks ketegangan perdagangan AS-Tiongkok.
Bloomberg melaporkan bahwa Qualcomm sedang mempertimbangkan kembali rencananya untuk mengakuisisi seluruh Intel karena kekhawatiran tentang kompleksitas hukum. Sebagai gantinya, perusahaan tersebut mungkin hanya akan mengakuisisi bagian-bagian tertentu dari Intel, atau menunggu waktu yang lebih tepat untuk meninjau kembali kesepakatan tersebut. Sebelumnya, Qualcomm dilaporkan sedang menjajaki kemungkinan untuk mengakuisisi divisi desain Intel.
Kekhawatiran Qualcomm tentang hambatan regulasi sepenuhnya beralasan. Pada tahun 2022, NVIDIA harus membatalkan akuisisi Arm senilai $40 miliar karena penentangan dari regulator.
Akankah kesepakatan penting antara Qualcomm dan Intel berakhir bahagia bagi kedua belah pihak? Jawabannya hanya akan terungkap dalam waktu dekat.
Sumber: https://thanhnien.vn/qualcomm-tu-bo-y-dinh-thau-tom-intel-185241127092333959.htm






Komentar (0)