
Perdana Menteri Hongaria Péter Magyar dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Foto: Uni Eropa
Berbicara kepada wartawan dalam pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Magyar mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan memungkinkan Budapest mengakses dana yang telah dibekukan selama bertahun-tahun karena perselisihan antara Uni Eropa dan pemerintahan sebelumnya mengenai masalah supremasi hukum dan anti-korupsi. Menurut Von der Leyen, Komisi Eropa akan mencairkan 10 miliar euro dari Dana Pemulihan dan Ketahanan Pasca-Pandemi Uni Eropa. Selain itu, Hongaria akan menerima tambahan 4,2 miliar euro dan 2,2 miliar euro dari dana terkait blok tersebut.
Menghargai langkah-langkah reformasi yang diambil oleh pemerintah Hungaria yang baru, Ibu Von der Leyen menyatakan bahwa Budapest telah membuat kemajuan signifikan dalam memenuhi persyaratan Uni Eropa.
Perdana Menteri Magyar sendiri menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya untuk memastikan akses penuh terhadap dana bantuan tersebut. Menurut Magyar, jumlah yang setara dengan sekitar 13% dari produk domestik bruto (PDB) Hongaria akan digunakan untuk proyek infrastruktur, pendidikan , perawatan kesehatan, dan dukungan bisnis. Namun, Budapest masih harus memenuhi persyaratan reformasi yang ditetapkan oleh Uni Eropa sebelum proses pencairan dapat diselesaikan.

Mengenai proses aksesi Ukraina ke Uni Eropa, Bapak Magyar menegaskan bahwa pencairan dana ke Hongaria tidak terkait dengan posisi Budapest mengenai negosiasi aksesi Kyiv. Beliau menyatakan bahwa Hongaria masih berharap untuk mencapai kesepakatan dengan Ukraina mengenai isu-isu yang berkaitan dengan hak pendidikan dan bahasa komunitas Hongaria di negara tersebut.
Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah signifikan dalam upaya memperbaiki hubungan antara Hongaria dan Uni Eropa setelah bertahun-tahun terjadi perselisihan, sekaligus memberikan Budapest sumber daya tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memodernisasi infrastrukturnya.
Minh Phuong
Sumber: https://baothanhhoa.vn/quan-he-hungary-eu-ghi-nhan-tin-hieu-tich-cuc-289392.htm








Komentar (0)