Isi propaganda tersebut sangat selaras dengan kenyataan.
Menurut laporan Dinas Pendidikan dan Pelatihan Quang Ninh, dalam enam bulan pertama tahun 2026, 100% lembaga pendidikan di provinsi tersebut telah melaksanakan kegiatan pendidikan dan penyebaran hukum bagi administrator, guru, staf, dan siswa.
Konten propaganda yang dipilih sangat berkaitan dengan realitas kehidupan sekolah, seperti: pencegahan kekerasan di sekolah, keselamatan lalu lintas, pencegahan narkoba, keamanan siber, pencegahan dan pengendalian kebakaran, perlindungan anak, perlindungan lingkungan, dan lain sebagainya.
Tidak lagi terbatas pada pelajaran teoritis yang kering, upaya pendidikan dan penyebaran hukum saat ini di sekolah-sekolah sedang diinovasi melalui berbagai metode yang menarik seperti kegiatan ekstrakurikuler, forum, diskusi tematik, dramatisasi, kontes pengetahuan hukum, integrasi ke dalam mata pelajaran, dan pembelajaran berbasis pengalaman.
Banyak sekolah juga memanfaatkan media sosial, portal online, papan reklame, dan poster untuk menyebarkan pesan hukum kepada siswa dengan cara yang mudah dipahami dan menarik.
Salah satu acara unggulan adalah kompetisi "Inisiatif untuk Menjamin Ketertiban Sekolah dan Mencegah Kekerasan di Sekolah" ke-3 pada tahun 2026, yang diluncurkan oleh Departemen Pendidikan dan Pelatihan.
Kompetisi ini menarik partisipasi antusias dari lembaga pendidikan di seluruh provinsi, dengan 249 karya yang dikirimkan di tingkat provinsi di ketiga jenjang pendidikan.
Banyak inisiatif yang dianggap sangat praktis, berkontribusi dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan ramah serta meminimalkan perilaku pelanggaran hukum di kalangan siswa.
Selain itu, koordinasi antara sektor pendidikan dan otoritas terkait telah diperkuat. Dinas Pendidikan dan Pelatihan telah bekerja sama erat dengan Kepolisian Provinsi untuk menerapkan berbagai model dan kegiatan untuk menyebarluaskan informasi hukum tentang keselamatan lalu lintas, penggunaan media sosial yang aman, pencegahan narkoba, dan pencegahan kejahatan di sekolah.
Yang perlu diperhatikan, program pelatihan keterampilan mengemudi yang aman bagi siswa sekolah menengah dan pendidikan kejuruan telah diterapkan secara luas.
Dalam enam bulan pertama tahun ini, lebih dari 15.300 siswa dari 33 sekolah menengah dan lembaga pelatihan kejuruan menerima pelatihan keterampilan mengemudi yang aman; lebih dari 7.500 siswa berusia 18 tahun ke atas mengikuti ujian mengemudi sesuai ketentuan.

Ini bukan hanya kegiatan untuk membekali siswa dengan keterampilan keselamatan lalu lintas, tetapi juga berkontribusi untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang kepatuhan hukum sejak usia dini.
Banyak model yang bagus dan efektif.
Secara paralel, model "Penggunaan Media Sosial yang Aman" terus dipertahankan di 76 lembaga pendidikan di provinsi tersebut.
Melalui pelatihan, lebih dari 5.700 administrator, guru, dan karyawan telah dibekali dengan pengetahuan tentang keamanan siber, keterampilan dalam mengidentifikasi aktivitas ilegal di ruang digital, dan cara menggunakan media sosial dengan aman dan sesuai dengan peraturan.
Dengan semakin mudanya usia siswa yang memiliki akses internet, meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sebagai warga negara digital menjadi kebutuhan yang mendesak.
Selain kampanye kesadaran berbasis sekolah, siswa Quang Ninh juga fokus pada pendidikan hukum yang berkaitan dengan kedaulatan maritim dan tradisi patriotik.
Kompetisi "Aku Mencintai Laut dan Pulau Tanah Airku", yang diselenggarakan secara tatap muka dan daring, membantu siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang Hukum Laut Vietnam, Hukum tentang Penjaga Pantai Vietnam, dan tanggung jawab generasi muda dalam melindungi kedaulatan suci Tanah Air.
Terlepas dari berbagai pencapaian, pendidikan dan penyebaran hukum di sekolah masih menghadapi beberapa kesulitan. Beberapa lembaga pendidikan belum benar-benar melakukan inovasi dalam isi dan metode pendidikan serta penyebaran hukum mereka.
Penerapan teknologi digital dalam penyebaran informasi hukum masih terbatas. Sebagian orang tua juga belum cukup memperhatikan pendidikan anak-anak mereka tentang kepatuhan hukum.
Dalam periode mendatang, sektor pendidikan Quang Ninh akan terus berinovasi secara kuat dalam kampanye kesadaran hukum dengan meningkatkan interaksi dan pembelajaran berbasis pengalaman, mempromosikan penerapan teknologi digital, dan mereplikasi model-model efektif seperti "Simulasi Persidangan," "Klub Hukum," forum mahasiswa, dan penyebaran informasi melalui platform digital.
Hal ini dianggap sebagai solusi penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman dan beradab, serta berkontribusi pada pelatihan generasi muda warga negara yang berpengetahuan, bertanggung jawab, dan memiliki rasa hormat terhadap hukum di era digital.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/quang-ninh-dua-kien-thuc-phap-luat-den-gan-hoc-sinh-post780487.html








Komentar (0)