Peraturan baru tentang perekrutan guru sekolah negeri.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan (MOET) baru saja mengeluarkan Surat Edaran No. 01 tertanggal 20 Januari 2026, yang mengatur kewenangan perekrutan guru di lembaga pendidikan negeri. Surat Edaran ini berlaku segera sejak tanggal penandatanganan, menandai penyesuaian penting dalam desentralisasi perekrutan, yang bertujuan untuk menyatukan pengelolaan tenaga pengajar dan mengatasi masalah kekurangan dan kelebihan tenaga pengajar di tingkat lokal.
Báo Cà Mau•23/01/2026
Pengumuman mengenai perekrutan tenaga pengajar di sekolah-sekolah di bawah naungan Komite Rakyat Kelurahan Bac Lieu pada tahun 2025.
PENGUMUMAN LOWONGAN KERJA UNTUK PEJABAT PENEGAK HUKUM SIPIL DI PROVINSI MAU, CA, 2025
Peraturan baru tentang perekrutan guru sekolah negeri.
Berdasarkan Surat Edaran tersebut, Direktur Dinas Pendidikan dan Pelatihan diberikan kewenangan untuk merekrut guru di sekolah prasekolah negeri, sekolah dasar dan menengah, pusat pendidikan berkelanjutan, sekolah khusus, dan sekolah menengah kejuruan di provinsi atau kota. Peraturan ini dilaksanakan sesuai dengan Resolusi Nomor 248/2025/QH15 Majelis Nasional tentang mekanisme dan kebijakan khusus untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan.
Desentralisasi wewenang perekrutan kepada Direktur Departemen Pendidikan dan Pelatihan diharapkan dapat mengatasi kekurangan dan kelebihan guru di berbagai daerah.
Untuk lembaga pendidikan khusus tertentu, wewenang perekrutan berada di tangan kepala sekolah atau kepala unit, termasuk: sekolah pra-universitas, Sekolah Persahabatan T78, Sekolah Persahabatan 80, SMA Viet Bac Highland; sekolah-sekolah milik lembaga negara dan organisasi politik ; sekolah politik tingkat provinsi dan kota serta pusat politik tingkat komune/kelurahan/zona khusus.
Regulasi baru ini memungkinkan sektor pendidikan untuk lebih proaktif dalam merekrut, menugaskan, dan memanfaatkan guru, sehingga memenuhi tuntutan reformasi pendidikan.
Untuk lembaga pendidikan negeri lainnya di bawah pengelolaan lokal yang tidak diatur secara khusus, Direktur Departemen Pendidikan dan Pelatihan tetap memiliki wewenang untuk merekrut staf.
Surat edaran tersebut juga menetapkan ketentuan transisi: proyek dan rencana perekrutan guru yang disetujui sebelum 1 Januari 2026 akan terus dilaksanakan hingga 31 Desember 2026; setelah tanggal tersebut, perekrutan akan diatur oleh peraturan baru.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, sentralisasi wewenang perekrutan di Departemen Pendidikan dan Pelatihan bertujuan untuk memastikan keseragaman dalam manajemen, memfasilitasi penempatan dan rotasi guru antar lembaga pendidikan, dan meningkatkan kualitas seleksi untuk memenuhi persyaratan reformasi pendidikan di masa mendatang.
Komentar (0)