Menurut Bapak Le Hong Thinh, Sekretaris Komite Partai dan Ketua Dewan Rakyat Komune U Minh, badai tersebut menyebabkan runtuhnya dan kerusakan atap pada 5 rumah di dusun 9, 14, dan 18. Satu rumah hancur total, sementara empat rumah lainnya mengalami kerusakan atap dan kerusakan struktural yang signifikan di bagian dalam.
Menurut statistik awal setempat, insiden tersebut mengakibatkan tiga orang terluka, satu di antaranya serius dan membutuhkan perawatan medis darurat. Banyak barang rumah tangga dan barang-barang penting juga rusak atau hancur akibat hujan dan air. Total kerugian yang diperkirakan mencapai sekitar 245 juta VND.

Pihak berwenang setempat segera mengerahkan militer, polisi, penjaga perbatasan, milisi, dan organisasi lainnya ke lokasi kejadian untuk membantu warga mengatasi dampak bencana. Pasukan tersebut fokus pada relokasi barang-barang, membersihkan pohon tumbang, dan memperkuat sementara rumah-rumah yang rusak untuk memastikan keselamatan warga di tengah kondisi cuaca yang masih belum menentu.
Selain menangani dampak bencana, pemerintah daerah juga meningkatkan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan menyarankan masyarakat untuk secara proaktif memperkuat dan mengamankan rumah mereka, memantau perkembangan cuaca dengan cermat, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan bencana sejak awal musim hujan untuk meminimalkan kerusakan.

Banyak warga melaporkan bahwa badai petir datang tiba-tiba menjelang subuh, dengan angin kencang menerbangkan atap seng dalam hitungan menit. Hujan deras, bercampur dengan suara benda-benda yang berjatuhan, menyebabkan kepanikan di antara warga, yang bergegas mencari tempat berlindung yang aman. “Anginnya sangat kencang; atap-atapnya tercabut dengan sangat cepat. Orang-orang hanya sempat meraih anak-anak mereka dan berlari keluar. Hampir semua barang di dalam rumah basah kuyup,” cerita seorang warga yang terkena dampak.
Menurut Sekretaris Partai Komune U Minh, pemerintah daerah terus menilai kerusakan dan mengatur kunjungan serta memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak untuk membantu mereka menstabilkan kehidupan mereka secepat mungkin. Pihak berwenang juga menyarankan masyarakat untuk proaktif memperkuat rumah mereka dan memantau prakiraan cuaca dengan cermat untuk meminimalkan kerusakan selama puncak musim hujan dan badai.
Dalam beberapa hari terakhir, wilayah U Minh dan banyak daerah lain di provinsi tersebut mengalami hujan lebat terus-menerus disertai badai petir dan angin kencang pada sore dan pagi hari. Cuaca ekstrem ini tidak hanya menyebabkan kerusakan properti tetapi juga menimbulkan potensi risiko keselamatan bagi warga, terutama di daerah dengan perumahan sementara, tepi hutan, dan daerah dataran rendah.
Sumber: https://baophapluat.vn/giong-loc-lam-sap-toc-mai-nhieu-nha-dan-ou-minh.html










Komentar (0)