
Guru tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap siswa dalam bentuk apa pun.
Tidak ada diskriminasi terhadap peserta didik dalam bentuk apa pun.
Selain kode etik umum, Surat Edaran ini juga menetapkan aturan perilaku terhadap siswa. Oleh karena itu, Surat Edaran ini mengharuskan guru untuk memiliki sikap teladan, semangat toleransi, tanggung jawab, dan kasih sayang; memberikan umpan balik, komentar, pujian, atau kritik yang sesuai dengan individu dan keadaan; serta mendorong dan memotivasi upaya dan perkembangan siswa.
Menghormati dan menilai kemampuan peserta didik secara akurat; melindungi hak dan kepentingan sah peserta didik; menciptakan motivasi untuk mengembangkan kualitas dan kemampuan peserta didik; mendengarkan dan memberikan nasihat serta dukungan tepat waktu kepada peserta didik di bidang akademik dan sosial, memastikan hal tersebut sesuai dengan usia dan perkembangan psikologis mereka.
Guru juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, positif, dan adil; untuk mendorong peserta didik berpartisipasi dalam penelitian, pekerjaan produktif, kegiatan pengabdian masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.
Secara khusus, Surat Edaran tersebut menetapkan bahwa guru tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap siswa dalam bentuk apa pun; tidak boleh menghina, menyakiti, menindas, melakukan prasangka, menyalahgunakan, atau membahayakan siswa dalam bentuk apa pun; dan harus segera melaporkan kepada pimpinan dan pihak berwenang yang berwenang ketika menemukan siswa yang menjadi sasaran kekerasan atau pelecehan; tidak boleh memaksa siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan sukarela; tidak boleh mengungkapkan informasi siswa kepada publik yang bertentangan dengan peraturan; dan tidak boleh melakukan kecurangan atau dengan sengaja memalsukan hasil dalam kegiatan perekrutan dan penilaian siswa.
Hormati, dengarkan, dan bantu rekan kerja Anda.
Dalam interaksi mereka dengan kolega, Surat Edaran tersebut mengharuskan guru untuk jujur, tulus, bersatu, kooperatif, dan berbagi tanggung jawab serta saling membantu; kritik diri dan kritik harus objektif, serius, jujur, dan konstruktif untuk kemajuan kolega. Mereka harus menghormati dan mendengarkan pendapat kolega, bekerja sama, bertukar pengalaman, dan belajar dari satu sama lain dalam kegiatan profesional mereka. Jangan menghina, memecah belah, atau menyebabkan perpecahan internal; jangan menghindar atau mengalihkan tanggung jawab; dan jangan membocorkan informasi rekan kerja kepada publik yang melanggar peraturan.
Bagi para pengelola lembaga pendidikan, Surat Edaran tersebut menetapkan bahwa guru bertanggung jawab untuk mematuhi tugas, arahan, dan pengelolaan dari pengelola lembaga pendidikan dalam lingkup fungsi dan tugas yang diberikan; mendengarkan dan menerima dengan baik umpan balik dan saran dari pengelola lembaga pendidikan dalam kegiatan profesional mereka; secara aktif memberi nasihat dan menyampaikan pendapat mereka dengan jelas kepada pengelola lembaga pendidikan sesuai dengan fungsi dan tugas yang diberikan; tidak menghina atau menyebabkan perpecahan internal; dan tidak acuh tak acuh, menghindari, atau menyembunyikan kesalahan pengelola lembaga pendidikan.
Guru memiliki tanggung jawab untuk secara aktif menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan.
Mengenai interaksi dengan orang tua atau wali murid, Surat Edaran tersebut menetapkan bahwa guru harus proaktif dan segera memberikan serta bertukar informasi yang benar tentang murid, program, dan rencana pengajaran dan pendidikan setelah disetujui oleh tingkat manajemen yang berwenang. Surat Edaran tersebut mendorong dan memfasilitasi partisipasi orang tua atau wali murid dalam kegiatan pendidikan untuk kemajuan murid.
Surat edaran tersebut juga menetapkan bahwa guru tidak boleh menghina, memaksakan, mengeksploitasi, atau memaksa orang tua atau wali murid untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang melanggar peraturan negara atau kegiatan yang bersifat sukarela.
Mengenai perilaku terhadap masyarakat, Surat Edaran tersebut mewajibkan guru untuk mempromosikan semangat kesukarelaan, kesadaran diri, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial; melindungi lingkungan; secara efektif melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan dan kegiatan amal dan kemanusiaan, memperhatikan kaum miskin, rentan, dan kurang beruntung di masyarakat sebagaimana diatur oleh hukum; berpartisipasi dalam dan menyebarkan gerakan untuk membangun masyarakat belajar, mengembangkan budaya membaca, dan mempromosikan pembelajaran dan bakat.
Secara aktif menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan, perbuatan baik, citra positif, dan perilaku berbudaya di masyarakat dan di sekolah kepada masyarakat; secara proaktif berpartisipasi dalam komunikasi dan propaganda tentang pendidikan, memerangi berita palsu terkait pendidikan dan guru di saluran media sosial resmi;…
Surat Edaran ini berlaku efektif sejak tanggal 30 Januari 2026, menggantikan ketentuan Keputusan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nomor 16/2008/QD-BGDĐT tanggal 16 April 2008 tentang penetapan peraturan etika guru dan Pasal 6 Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nomor 06/2019/TT-BGDĐT tanggal 12 April 2019 tentang Kode Etik di lembaga pendidikan prasekolah, lembaga pendidikan umum, dan lembaga pendidikan berkelanjutan.
Sumber: https://baolangson.vn/quy-dinh-quy-tac-ung-xu-cua-nha-giao-5076435.html







Komentar (0)