Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Real Madrid menghadapi kenyataan di Bernabeu.

Sorakan ejekan yang keras dari tribun Bernabeu selama pertandingan melawan Levante mengejutkan para pemain Real Madrid dan mengungkap keretakan yang selama ini terpendam antara klub dan mereka yang dulunya menyebut diri mereka "Madridistas".

ZNewsZNews18/01/2026

Real Madrid baru saja menang melawan Levante di La Liga.

Para pemain Real Madrid meninggalkan Bernabeu dengan perasaan sedih dan terkejut. Bukan hanya karena kekalahan, tetapi karena cara mereka diperlakukan.

Cemoohan itu tanpa henti, berkepanjangan, dingin, dan tanpa ampun. Bagi banyak pemain, itu adalah pukulan psikologis yang bahkan lebih kuat daripada skor akhir.

Bernabeu terkenal sebagai stadion yang keras. Di sana, sejarah bukanlah tameng, melainkan tolok ukur. Saat mengenakan seragam Real Madrid, Anda harus menang. Namun, bahkan dalam lingkungan yang begitu menuntut, kali ini reaksi yang diterima melebihi ekspektasi ruang ganti.

Banyak pemain yang tak bisa menyembunyikan rasa sakit hati mereka. Mereka tidak terbiasa dikucilkan begitu hebat oleh para penggemar tuan rumah mereka sendiri.

Pesan yang beredar di dalam tim sangat jelas dan pahit: "Jika kalian hanya bertepuk tangan saat kami menang, tetapi menghilang saat kami gagal, maka kalian tidak pernah menjadi bagian dari kami." Ini bukan sekadar luapan emosi, tetapi perasaan dikhianati. Karena bagi para pemain, merekalah yang tetap melangkah ke lapangan, memikul tanggung jawab, dan mengenakan lambang klub di dada mereka, bahkan ketika semuanya berantakan.

Real Madrid anh 1

Real Madrid sedang melewati masa yang penuh gejolak.

Real Madrid selalu membanggakan diri dengan konsep "menuntut yang maksimal." Namun, garis antara menuntut dan menolak sangat tipis.

Ketika cemoohan tidak lagi ditujukan pada penampilan tertentu, tetapi dilancarkan kepada seluruh kelompok sebagai kecaman moral, hal itu dengan mudah menjadi bumerang. Alih-alih memotivasi, hal itu justru mengikis kepercayaan. Alih-alih menciptakan tekanan positif, hal itu justru menabur keraguan.

Harus ditegaskan: para pemain Real Madrid tidak menyangkal tanggung jawab. Mereka memahami bahwa mengenakan seragam putih berarti menghadapi penilaian terberat.

Namun, yang mengejutkan ruang ganti adalah perasaan tidak lagi dipandang sebagai manusia, melainkan hanya sebagai mesin pemenang. Ketika sebuah mesin rusak, ia dicemooh dan dikucilkan.

Bernabeu dulunya merupakan benteng spiritual. Pada malam-malam legendaris di Eropa itu, stadion inilah yang mengangkat Real Madrid melampaui batas kemampuan mereka.

Namun sebaliknya, Bernabeu juga bisa menjadi sumber tekanan terbesar. Bukan kebetulan bahwa banyak generasi pemain telah mengakui: bermain untuk Real Madrid berarti belajar hidup dengan pengawasan terus-menerus.

Masalahnya terletak pada waktunya. Tim sedang mengalami periode ketidakstabilan, baik secara profesional maupun psikologis.

Real Madrid anh 2

Real Madrid tidak pernah menjadi klub yang menganggap enteng sesuatu.

Cemoohan itu bukan sekadar reaksi, melainkan penolakan total. Cemoohan itu membuat para pemain bersikap defensif, alih-alih mendorong mereka untuk berjuang. Dan ketika sebuah tim mulai merasa terisolasi di kandang sendiri, itu adalah pertanda berbahaya.

Real Madrid tidak pernah menjadi klub yang menganggap enteng sesuatu. Tetapi Real Madrid juga tidak dapat eksis jika hubungan antara tim dan penggemar hanya didasarkan pada hasil. Sejarah klub dibangun bukan hanya atas gelar, tetapi juga atas periode mengatasi kesulitan, di mana persahabatan menempa karakter.

Sorakan ejekan di Bernabeu adalah peringatan bagi para pemain. Tetapi pesan dari ruang ganti juga merupakan pengingat sebaliknya: cinta untuk Real Madrid tidak bisa hanya ada ketika semuanya sempurna. Jika kejayaan adalah satu-satunya syarat untuk bertahan, maka hubungan itu tidak akan pernah benar-benar berkelanjutan.

Sumber: https://znews.vn/real-madrid-doi-dien-su-that-o-bernabeu-post1620752.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Rusia

Rusia

Sebuah kisah bahagia

Sebuah kisah bahagia

IDOLA SAYA

IDOLA SAYA