![]() |
Vinicius tidak mampu membuat perbedaan bagi Real Madrid. |
Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, Real Madrid mengalami kekalahan di kandang melawan Getafe. Sebelumnya, "Los Blancos" memiliki rekor 16 kemenangan beruntun di Bernabeu saat menjamu rival sekota mereka.
Kekalahan memalukan kedua berturut-turut ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Real Madrid untuk menggulingkan Barcelona musim ini, karena selisih poin antara kedua klub melebar menjadi empat poin. Bahkan para penggemar tuan rumah pun mulai kehilangan kesabaran terhadap tim asuhan pelatih Alvaro Arbeloa. Banyak yang meninggalkan stadion ketika pertandingan tinggal menyisakan waktu sekitar 10 menit.
Pada hari ketika Kylian Mbappe absen karena cedera, Real Madrid menguasai bola hingga 78%, melepaskan 18 tembakan dalam 90 menit, tetapi gagal mencetak gol melawan Getafe. Bahkan ketika gawang lawan tidak dijaga, Dani Carvajal tidak mampu mencetak gol.
Sebaliknya, Getafe hanya membutuhkan dua tembakan tepat sasaran untuk mencetak gol yang mengakhiri rentetan kekalahan Real Madrid selama 18 tahun di kandang. Striker Martin Satriano terpilih sebagai pahlawan bagi tim yang berbasis di Madrid tersebut.
Di menit-menit terakhir, para penggemar Real Madrid frustrasi menyaksikan para pemain berbaju putih berulang kali melakukan umpan yang salah sasaran. Pada menit ke-90+5, Franco Mastantuono menutup hari yang buruk bagi tim tuan rumah dengan kartu merah karena bereaksi marah kepada wasit.
Sumber: https://znews.vn/real-madrid-thua-soc-post1631693.html








Komentar (0)