Informasi tentang film Dark Nuns

Negara: Korea Selatan.
Genre: Horor, thriller, supranatural.
Sutradara: Kwon Hyeok Jae.
Pemeran: Song Hye Kyo, Jeon Yeo Been, Lee Jin Wook, Huh Joon Ho, Moon Woo Jin.
Durasi: 1 jam 54 menit.
Tanggal rilis: 24 Januari 2025 (Korea Selatan), 21 Februari 2025 (Vietnam).
Ulasan tentang Dark Nuns
Di industri film Korea, Dark Nuns telah menjadi sebuah fenomena, menarik perhatian penonton bukan hanya karena para pemerannya yang bertabur bintang tetapi juga karena alur ceritanya yang dramatis dan mencekam. Dibintangi oleh Song Hye Kyo dan Jeon Yeo Been, film ini menjanjikan penampilan yang luar biasa, membawa penonton dalam perjalanan untuk menghadapi kegelapan baik secara spiritual maupun emosional.
Alur ceritanya sederhana dan langsung ke intinya.

Cerita ini berkisah tentang dua biarawati, Junia (Song Hye Kyo) dan Michaela (Jeon Yeo Been), yang bertugas mengawasi Hee Joon (Moon Woo Jin), seorang anak laki-laki yang diganggu oleh fenomena paranormal yang misterius dan menakutkan. Sambil menunggu penyelidikan gereja Kristen tentang apakah ini kasus kerasukan setan, Junia dan Michaela harus berperan merawat dan memberikan dukungan emosional kepada anak laki-laki tersebut.
Namun, menyaksikan penderitaan Hee Joon, serta konflik internal di dalam gereja, kedua biarawati itu tidak bisa tinggal diam. Bertekad untuk melindungi anak laki-laki itu dari kekuatan gelap, Junia dan Michaela mengambil risiko melakukan ritual pengusiran setan yang terlarang, meskipun hal itu dapat menimbulkan konsekuensi serius.
The Dark Nun bukan hanya film horor spiritual, tetapi juga kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan kekuatan kemanusiaan. Film ini mengangkat pertanyaan mendalam tentang iman, keselamatan, dan batasan antara kebaikan dan kejahatan. Dengan penampilan luar biasa dari Song Hye Kyo dan Jeon Yeo Been, serta naskah yang terjalin rapi, The Dark Nun menjanjikan pengalaman menonton yang tak terlupakan dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penontonnya.
Alur ceritanya masih memiliki kekurangan.
Salah satu kelemahan terbesar *The Dark Nun* adalah kurangnya unsur horor, kualitas yang dijanjikan dalam trailer dan materi promosi awal. Alih-alih menciptakan adegan-adegan yang mencekam dan menegangkan, film ini terlalu fokus pada poin-poin plot yang samar dan tidak berdasar. Fenomena paranormal digambarkan secara dangkal, gagal membangkitkan rasa takut atau ketegangan pada penonton. Akibatnya, *The Dark Nun* menjadi film horor yang kurang memuaskan dan gagal mencapai tujuan awalnya.
Naskah film *The Dark Nun* juga merupakan kelemahan utama. Ceritanya berkisar pada dua biarawati, Junia dan Michaela, dan seorang anak laki-laki bernama Hee Joon yang dihantui oleh kekuatan gelap, tetapi plotnya kurang koheren dan logis. Banyak detail penting yang dibiarkan tidak terselesaikan atau terburu-buru, membuat penonton bingung dan tidak puas. Sutradara Know Hyeok Jae juga mengakui bahwa alur cerita film tersebut tidak dibangun seketat yang diharapkan, sehingga menyebabkan kurangnya konsistensi dalam narasi.
Film ini menggunakan bahasa yang sensitif.
Selain kelemahan plotnya, *The Dark Nun* juga menghadapi kritik keras dari penonton Korea karena penggunaan bahasa yang terlalu sensitif dan misoginistik. Bahasa ini tidak hanya mengurangi nilai film tersebut tetapi juga memicu gelombang protes di media sosial. Banyak yang berpendapat bahwa film tersebut tidak menghormati perempuan dan secara tidak sengaja memperkuat stereotip negatif. Hal ini mengubah *The Dark Nun* dari sebuah mahakarya yang sangat dinantikan menjadi produksi yang diboikot.
Aktris Song Hye Kyo kembali ke layar lebar.

Penampilan Song Hye Kyo dalam Dark Nuns bukan hanya menjadi sorotan utama yang menarik perhatian pada film tersebut, tetapi juga menegaskan bakatnya yang beragam dan dedikasinya pada seni peran. Setelah absen beberapa waktu dari layar lebar, Song Hye Kyo kembali dengan peran yang menantang, membuktikan bahwa ia tetap menjadi salah satu aktris terkemuka di perfilman Korea.
Untuk memerankan Junia, seorang biarawati dengan masa lalu traumatis dan masa kini yang menghantui, Song Hye Kyo mencurahkan banyak waktu dan usaha untuk riset dan latihan. Ia berbagi bahwa ia harus berlatih dengan tekun untuk memerankan adegan merokok dan mengumpat serealistis mungkin. Perlu dicatat, Song Hye Kyo tidak merokok dalam kehidupan nyata, tetapi ia berusaha keras untuk menguasai adegan ini, sehingga memberikan kredibilitas pada karakter tersebut. Persiapan yang matang ini menunjukkan keseriusan dan dedikasinya pada peran tersebut.
Saat menonton *The Dark Nun*, penonton takjub dengan kemampuan Song Hye Kyo dalam mengekspresikan emosi secara halus. Hanya melalui mata dan gerak tubuhnya, ia mampu menyampaikan ketegangan, ketakutan, dan pergumulan batin karakter Junia. Momen-momen keheningannya pun sangat kuat, membuat penonton merasakan kehadiran yang menghantui dan penderitaan yang dialami karakter tersebut. Akting Song Hye Kyo tidak hanya menonjolkan karakter tetapi juga mengangkat kualitas film tersebut.
Terlepas dari kritik yang mengelilingi naskah *The Dark Nun*, penampilan Song Hye Kyo sangat dipuji. Para kritikus memuji penampilannya yang mendalam dan emosional, sementara penonton terus-menerus mengungkapkan kekaguman mereka atas dedikasinya. Kembalinya Song Hye Kyo bukan hanya menjadi sorotan drama tersebut, tetapi juga menegaskan posisinya di industri film Korea.
Penampilan aktor yang mengesankan.

Bahkan hanya dari cuplikan trailernya saja, penonton sudah terkesan dengan karakter Saudari Junia, yang diperankan oleh Song Hye Kyo. Menggabungkan kecantikan alami dan keaslian, penggambaran ini tidak hanya menonjolkan karakter tersebut tetapi juga menegaskan bakat dan kecantikan abadi dari "dewi layar lebar Korea Selatan."
Pakaian Suster Junia juga menjadi sorotan utama. Dengan jubah biarawati sederhana berwarna gelap, penggambaran ini tidak hanya secara akurat mencerminkan sifat karakter tersebut, tetapi juga menciptakan kontras yang kuat dengan emosi kompleks yang dialami Junia. Kesederhanaan pakaiannya tidak mengurangi daya tariknya; sebaliknya, hal itu semakin menekankan keberanian dan kekuatan yang tersembunyi di dalam diri Junia.
Dengan penampilan ini, Song Hye Kyo menerima pujian dari penonton dan kritikus. Banyak yang percaya bahwa ia memerankan karakter yang realistis dan memikat, layak menyandang gelar "dewi layar lebar Korea Selatan." Penampilan awet muda dan kecantikan abadi Song Hye Kyo semakin diperkuat oleh penampilan sederhana ini, menjadikannya sorotan dalam film tersebut.
Ringkasan seri Dark Nuns
Dark Nuns adalah film horor psikologis yang menceritakan kisah pergumulan batin dan misteri gelap di dalam dunia keagamaan. Terlepas dari keterbatasan naskahnya, film ini tetap memiliki banyak kekuatan yang patut diperhatikan, terutama transformasi Song Hye Kyo yang mengesankan.
Para pemeran dalam Dark Nuns sangat memikat.
Song Hye Kyo memerankan peran Saudari Junia.

Setelah vakum selama satu dekade, Song Hye Kyo kembali ke layar kaca dengan peran yang diharapkan akan mencetak sejarah: Suster Junia dalam Dark Nuns. Dengan bakat aktingnya yang telah terbukti melalui serangkaian drama hit seperti Autumn in My Heart, Descendants of the Sun, dan yang terbaru, Glory in Revenge, Song Hye Kyo menghadirkan karakter kompleks seorang biarawati yang terombang-ambing antara iman dan godaan jahat. Namun, terlepas dari para pemain yang luar biasa dan visual yang memikat, film ini meninggalkan banyak celah plot, membuat penonton bertanya-tanya tanpa jawaban.
Suster Junia adalah karakter dengan potensi besar. Dia adalah seorang biarawati dengan iman yang kuat kepada Tuhan, tetapi pada saat yang sama, dia harus menghadapi ritual biara yang misterius dan menakutkan. Perjuangan batin Junia antara iman dan godaan kejahatan merupakan sorotan psikologis yang patut diperhatikan. Song Hye Kyo dengan brilian menggambarkan konflik ini melalui tatapan mata, gerak tubuh, dan momen-momen hening yang menghantui. Namun, alur cerita tidak sepenuhnya mengeksplorasi kedalaman karakter ini.
Jeon Yeo Been memerankan Michaela.

Dalam drama Dark Nuns, Jeon Yeo Been memberikan penampilan yang mengesankan sebagai Suster Michaela, pendamping Suster Junia (Song Hye Kyo). Dengan kemampuan aktingnya yang autentik, ekspresi yang beragam, dan kemampuannya untuk memerankan berbagai karakter, Jeon Yeo Been memikat penonton. Ia tidak hanya menunjukkan rasa welas asih yang melekat pada seorang biarawati, tetapi juga dengan berani menantang tabu untuk melindungi imannya dan orang-orang yang rentan.
Suster Michaela adalah karakter yang memiliki banyak sisi, lembut dan baik hati, namun juga kuat dan tegas. Jeon Yeo Been dengan terampil menggambarkan keseimbangan antara kedua sisi kepribadiannya ini, membuat karakter tersebut terasa lebih autentik dan mudah dipahami. Momen-momen ketika Suster Michaela menghadapi kesulitan, atau ketika ia harus membuat keputusan sulit, semuanya digambarkan oleh Jeon Yeo Been dengan halus dan penuh emosi.
Jeon Yeo Been bukanlah sosok asing bagi para penonton. Ia meninggalkan kesan mendalam melalui perannya dalam film After My Death (2018), sebuah film yang mengantarkannya meraih penghargaan Aktris Terbaik di Festival Film Internasional Busan ke-22. Setelah itu, ia terus menunjukkan bakatnya melalui proyek-proyek yang mendapat pujian seperti Vincenzo (2021) dan Night in Heaven (2021). Dalam setiap perannya, Jeon Yeo Been menghadirkan cita rasa unik, menunjukkan kemampuan aktingnya yang serbaguna.
Sinopsis film Dark Nuns

Dua biarawati, Junia (Song Hye Kyo) dan Michaela (Jeon Yeo Been), ditugaskan oleh gereja untuk merawat Hee Joon (Moon Woo Jin), seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang dihantui oleh fenomena paranormal yang aneh dan menakutkan. Dia sering disiksa oleh mimpi buruk, mendengar bisikan hantu, dan bahkan dikendalikan oleh kekuatan yang tak terlihat. Gereja mencurigai ini mungkin kasus kerasukan setan, tetapi mereka membutuhkan waktu untuk menyelidiki secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Junia, seorang biarawati yang berpengalaman dan teguh, sangat patuh pada aturan gereja. Sementara itu, Michaela, yang lebih muda dan lebih penyayang, mengambil pendekatan yang lebih lembut dan manusiawi. Kedua wanita dengan kepribadian yang kontras ini bekerja sama untuk merawat Hee Joon, berusaha menjadi sumber dukungan emosional baginya selama masa-masa tergelapnya.
Namun, menyaksikan penderitaan Hee Joon, serta konflik internal dan penundaan di dalam gereja, Junia dan Michaela menyadari bahwa mereka tidak bisa tinggal diam. Bertekad untuk melindungi anak laki-laki itu, mereka mengambil risiko melakukan ritual pengusiran setan yang terlarang – praktik berbahaya yang dapat mengancam nyawa mereka dan nyawa orang-orang di sekitar mereka.
Jadwal penayangan film Dark Nuns
Dark Nuns memiliki durasi 1 jam 54 menit. Film ini dijadwalkan rilis pada 24 Januari 2025 (di Korea Selatan) dan 21 Februari 2025 (di Vietnam).
Catatan: Jadwal tayang dapat bervariasi tergantung pada distributor.
Sumber: https://baodaknong.vn/dark-nuns-nu-tu-bong-toi-review-and-movie-schedule-242154.html






Komentar (0)