Menurut Spiegel , akhir pekan lalu, perwakilan Menteri Perang AS Pete Hegseth mengadakan pertemuan tertutup dengan para pejabat senior NATO di Brussels. Dalam pertemuan ini, AS mengumumkan rencana untuk mengurangi secara signifikan kekuatan militer yang berkontribusi pada aliansi tersebut sejak pecahnya konflik Rusia-Ukraina pada tahun 2022.
Pemangkasan tersebut dikabarkan mencakup jet tempur, pesawat pembom strategis, kapal perang, kapal selam, kendaraan udara tak berawak (UAV), dan pesawat pengisian bahan bakar di udara.

Yang perlu diperhatikan, Washington berencana mengurangi jumlah jet tempur yang berpartisipasi dalam pasukan NATO sekitar sepertiga, sementara secara signifikan mengurangi kehadiran pesawat pembom strategis. AS juga dilaporkan tidak lagi tertarik untuk terus memasok kapal selam ke NATO dan akan mengurangi perannya dalam mengerahkan kapal perusak dan UAV.
Sebuah kekosongan yang sulit diisi.
Informasi ini telah menimbulkan kekhawatiran di Brussels, karena banyak diplomat Eropa sebelumnya mengharapkan Washington untuk secara bertahap menyesuaikan perannya, daripada melakukan perubahan besar-besaran seperti ini.
Menurut para pejabat Eropa, beberapa kemampuan militer AS hampir tak tergantikan dalam jangka pendek. Meskipun kekurangan jet tempur dapat sebagian diisi oleh pesanan F-35 dari beberapa negara NATO, Eropa saat ini kekurangan pesawat pembom strategis yang mampu membawa senjata nuklir.
Selain itu, mengganti kapal induk AS dengan cepat, yang merupakan bagian dari model kekuatan NATO dalam menghadapi krisis besar, juga akan sangat sulit.
Namun, Washington menegaskan tidak akan meninggalkan komitmennya terhadap pencegahan nuklir di Eropa. AS menginginkan sekutu-sekutu Eropanya untuk mengambil alih lebih banyak tanggung jawab pertahanan konvensional di benua itu, mengingat perubahan lingkungan keamanan global dan peningkatan signifikan dalam pengeluaran pertahanan Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Titik balik NATO
Menurut Spiegel , pemerintahan Trump mempromosikan konsep "NATO 3.0," di mana negara-negara Eropa secara bertahap akan mengambil alih sebagian besar tugas pertahanan konvensional, sementara AS akan memfokuskan prioritas strategisnya pada wilayah lain.
Di dalam NATO, perubahan-perubahan ini digambarkan sebagai titik balik potensial bagi Aliansi tersebut.
Negara-negara anggota NATO dilaporkan diharuskan untuk menyerahkan rencana konkret pada awal Juni untuk menutupi kekurangan yang ditinggalkan oleh AS. Mekanisme pembagian tanggung jawab baru kemungkinan akan diumumkan oleh Washington pada KTT NATO yang dijadwalkan berlangsung di Ankara pada bulan Juli.
Sumber: https://tienphong.vn/ro-tin-my-cat-giam-13-may-bay-chien-dau-cho-nato-post1846678.tpo








Komentar (0)