Saksikan robot yang dilatih oleh AI menggiring bola, melewati pemain bertahan, dan mencetak gol ( Video : Google DeepMind).
Robot humanoid telah lama menjadi produk dari ambisi para ilmuwan untuk menciptakan perangkat yang dapat meniru semua aktivitas manusia, sehingga bermanfaat bagi kita untuk berbagai keperluan.
Namun, pengembangan robot humanoid masih menghadapi banyak keterbatasan, karena setiap gerakan perlu diprogram. Hal ini mengharuskan para ilmuwan untuk mensintesis sejumlah besar data.
Namun, teknologi robotika modern telah menerima bantuan signifikan dari AI. Hal ini telah menciptakan titik balik utama dalam pengembangan dan penerapan praktis robot.
Kemampuan belajar mandiri AI berarti bahwa robot tidak perlu bergerak sesuai dengan instruksi yang telah diprogram sebelumnya, tetapi akan sepenuhnya mampu melakukan teknik tanpa kendali langsung dari manusia.
Dalam sebuah studi baru, para ilmuwan di Google DeepMind melatih robot Robotis OP3 untuk bermain sepak bola menggunakan teknik yang disebut "pembelajaran penguatan mendalam".
Ini adalah teknik pelatihan pembelajaran mesin yang menggabungkan berbagai metode pelatihan AI. Di dalamnya, robot menggunakan jaringan algoritmik yang berfungsi seperti neuron buatan, dan strukturnya mirip dengan otak manusia.

Robot yang dilatih oleh AI telah mengembangkan perilaku gerakan darurat yang sangat sulit diprogram, seperti membelokkan kaki, berputar untuk mengecoh lawan, dan banyak lagi.
Dalam pertandingan simulasi, robot yang dilatih AI bergerak 181% lebih cepat, berbelok 302% lebih cepat, menendang bola 34% lebih cepat, dan membutuhkan waktu 63% lebih sedikit untuk pulih dari jatuh dibandingkan dengan robot yang tidak dilatih menggunakan teknik ini.
Dari video yang direkam, terlihat bahwa robot tersebut mampu melakukan manuver kompleks seperti menggiring bola, memblokir, melewati pemain bertahan, mencetak gol, dan lain-lain, dengan relatif terampil dan kecepatan tinggi.
Para peneliti menambahkan bahwa robot-robot tersebut juga telah mengembangkan perilaku gerakan darurat yang sangat sulit diprogram, seperti berputar di sudut kaki mereka, berputar untuk mengecoh lawan, dan banyak lagi.
Temuan ini menunjukkan bahwa teknik pelatihan AI ini dapat digunakan untuk menciptakan gerakan sederhana, namun relatif aman, pada robot humanoid secara umum. Dari titik awal ini, robot dapat ditingkatkan dengan gerakan yang lebih kompleks dan diterapkan secara lebih luas dalam situasi praktis.
Teknologi yang sama juga memungkinkan robot untuk menyeduh kopi sendiri setelah masa pelatihan hanya 10 jam.
Sumber







Komentar (0)