Dari pabrik dan rumah sakit hingga acara budaya komunitas, meningkatnya kehadiran robot menunjukkan bahwa perlombaan teknologi global telah memasuki fase baru, di mana kecerdasan buatan tidak lagi hanya ada di layar komputer tetapi mewujudkan dirinya dalam "tubuh" yang dapat bergerak, berinteraksi, dan bekerja berdampingan dengan manusia.

Awal tahun ini, serangkaian robot humanoid yang muncul di Gala Tahun Baru Imlek Tiongkok menarik perhatian dunia . Di balik tampilan teknologi ini terdapat strategi pengembangan jangka panjang Beijing untuk industri robotika humanoid – bidang yang dianggap sebagai kunci produktivitas tenaga kerja dan daya saing industri di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok secara konsisten mempromosikan pelatihan robot untuk pekerjaan praktis, bukan hanya pengujian di laboratorium. Robot diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja dan menciptakan lebih banyak ruang untuk pertumbuhan dalam ekonomi manufaktur skala besar. Para pembuat kebijakan Tiongkok juga telah mengidentifikasi robot humanoid sebagai sektor prioritas pada tahun 2030 untuk mempertahankan keunggulan kompetitif dalam rantai pasokan dan teknologi global.
Baru-baru ini, Beijing mengumumkan standar nasional pertamanya untuk robot humanoid dan AI. Standar ini memberikan peraturan terperinci tentang sistem data, proses pelatihan model AI, pengoperasian, keselamatan, dan persyaratan etika. Langkah ini dipandang sebagai langkah standardisasi yang diperlukan mengingat perkembangan pesat industri robotika.
Agar tidak ketinggalan, Korea Selatan juga mempercepat investasi dalam robot humanoid di tengah populasi yang menua dan kekurangan tenaga kerja yang semakin nyata. Pemerintah berencana untuk menginvestasikan lebih dari 50 miliar won dalam strategi pengembangan robotnya hingga tahun 2030. Banyak perusahaan teknologi berkolaborasi dengan perusahaan AI untuk membangun "otak" bagi robot – yang dianggap sebagai bagian paling kompleks, karena menentukan kemampuan mesin untuk belajar, bereaksi, dan berinteraksi.
Kemunculan empat "biksu robot" di Festival Lentera Teratai yang merayakan Hari Ulang Tahun Buddha di Seoul Mei lalu juga memicu perdebatan yang menarik. Gambar-gambar robot-robot ini yang berpartisipasi dalam parade tradisional menunjukkan bahwa teknologi semakin meresap ke dalam kehidupan budaya dan membuka pendekatan baru untuk mendekatkan kegiatan komunitas kepada kaum muda.
Sementara itu, AS tetap menjadi salah satu negara terkemuka dalam teknologi robotika, dengan banyak nama besar seperti Tesla, Figure AI, dan Boston Dynamics. Baru-baru ini, AS mengumumkan pengoperasian "megafactory" robot humanoid pertamanya di California, yang bertujuan untuk memproduksi sekitar 100.000 robot rumah tangga pada tahun 2027. Jika rencana ini terwujud, robot humanoid dapat menjadi hal biasa di rumah tangga jauh lebih cepat daripada yang diprediksi sebelumnya.
Tonggak penting lainnya adalah keberhasilan Figure AI dalam menguji robot yang mampu bekerja terus menerus selama lebih dari 24 jam. Robot ini dapat secara otomatis memilah barang, memutarnya dengan benar, dan menempatkannya di atas ban berjalan tanpa pengawasan manusia. Ini dianggap sebagai langkah maju yang signifikan bagi industri logistik dan otomatisasi manufaktur.
Faktanya, robot telah menempuh perjalanan yang sangat panjang dalam perkembangannya. Sebelumnya, robot industri terutama digunakan untuk mengangkat benda berat atau bekerja di lingkungan berbahaya. Seiring meningkatnya permintaan akan otomatisasi, robot secara bertahap mengambil alih pekerjaan yang membutuhkan presisi tinggi dalam manufaktur, perakitan elektronik, atau operasi teknik.
Ledakan kecerdasan buatan dalam beberapa tahun terakhir menciptakan titik balik terbesar. AI membantu robot melakukan tugas-tugas berulang sekaligus memungkinkan mereka untuk belajar, mengenali lingkungan sekitar, dan berkoordinasi lebih fleksibel dengan manusia. Model kolaborasi manusia-robot – juga dikenal sebagai Cobot – semakin umum di pabrik-pabrik modern.
Robot kini juga terlibat dalam banyak bidang yang sangat khusus seperti perawatan kesehatan, asisten pribadi, layanan, dan produksi industri. Dalam waktu dekat, seiring dengan perkembangan pesat AI dan pembelajaran mesin, robot humanoid diprediksi akan terus memperluas kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari, berkontribusi pada perubahan cara orang bekerja, hidup, dan berinteraksi dengan teknologi.
Sumber: https://baovanhoa.vn/nhip-song-so/robot-va-nhung-buoc-tien-khong-ngung-nghi-231318.html








Komentar (0)