Jika Komite Disiplin memberikan putusan sekeras mungkin, musim sang bintang Jerman hampir pasti akan berakhir lebih cepat, sehingga menempatkan lini pertahanan "Los Blancos" yang sudah melemah dalam situasi yang genting.
Kami menahan napas menunggu putusan.
Setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di La Cartuja, manajemen Real Madrid berada dalam ketegangan menunggu laporan rinci dari wasit Ricardo De Burgos Bengoetxea mengenai perilaku tak terkendali Rüdiger. Semua mata kini tertuju pada keputusan akhir dari Komite Disiplin, yang diperkirakan akan diumumkan minggu ini.
Mengingat lini pertahanan Real Madrid yang sudah tidak stabil, prospek kehilangan Rudiger, salah satu pilar tak tergantikan mereka, akan menjadi pukulan telak bagi ambisi pelatih Carlo Ancelotti. Jika bek asal Jerman itu mendapat hukuman skorsing yang panjang, Ancelotti hampir pasti harus menggeser gelandang bertahan Aurelien Tchouameni untuk mengisi posisi bek tengah.
Hal ini tidak hanya mengganggu pertahanan tetapi juga menciptakan celah besar di lini tengah, yang telah menderita kerugian besar dengan cedera Eduardo Camavinga dan kondisi kebugaran Dani Ceballos yang tidak pasti.
Menurut informasi yang bocor dari laporan wasit, Rudiger diusir keluar lapangan pada menit-menit terakhir babak kedua perpanjangan waktu (menit ke-120) karena melempar benda dari area teknis ke arah wasit. Meskipun untungnya tidak mengenai sasaran, tindakan tersebut tetap dianggap serius.
Selain itu, perilaku agresif Rudiger selanjutnya, yang memaksa staf pelatih untuk turun tangan guna meredakan situasi, semakin meningkatkan risiko hukuman yang lebih berat.
Rudiger berisiko menerima larangan bermain selama 12 pertandingan. |
Dengan perilaku tidak sportif ini, Rudiger menghadapi hukuman berat, mulai dari 4 hingga 12 pertandingan berdasarkan Pasal 101 Kode Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol, yang berkaitan dengan "kekerasan ringan terhadap wasit". Jika Komite Disiplin memutuskan untuk menjatuhkan hukuman maksimal, itu berarti musim La Liga 2024/2025 mantan bek Chelsea itu akan langsung berakhir, sebuah kerugian yang tak tergantikan bagi Real Madrid pada tahap krusial musim ini.
Segera setelah insiden yang tidak menyenangkan itu, Rudiger dengan cepat memposting permintaan maaf publik di akun media sosial pribadinya. Dia menulis: "Tidak ada alasan untuk tindakan saya tadi malam. Saya benar-benar minta maaf kepada semua orang. Setelah 111 menit permainan yang intens, saya tidak dapat membantu tim lebih banyak lagi, dan sebelum pertandingan berakhir, saya melakukan kesalahan yang disesalkan. Sekali lagi, saya menyampaikan permintaan maaf saya yang tulus kepada para wasit."
Pengakuan bersalah Rudiger yang cepat dan tulus mungkin akan dipertimbangkan oleh Komite Disiplin sebagai faktor yang meringankan. Namun, mengingat keseriusan insiden tersebut, ketidakhadirannya dalam El Clásico mendatang di La Liga hampir tidak dapat dihindari.
Sebuah preseden langka, hukuman yang tak terduga.
Dalam sejarah sepak bola Spanyol baru-baru ini, belum pernah ada catatan kejadian seorang pemain melempar benda ke arah wasit dari area teknis. Insiden serupa yang paling baru terjadi adalah lemparan sepatu Arda Turan pada tahun 2015 saat pertandingan antara Atletico Madrid dan Barcelona. Namun, Turan hanya menerima kartu kuning karena wasit memutuskan bahwa tindakan tersebut tidak secara langsung ditujukan kepada wasit.
Kasus Ángel Correa musim ini, ketika striker Atlético Madrid itu dilarang bermain selama lima pertandingan karena menghina wasit, juga disebut sebagai preseden buruk yang dapat berdampak negatif pada Rudiger. Sangat mungkin bek Jerman itu akan menerima hukuman lebih lanjut atas kurangnya pengendalian diri setelah sebelumnya diusir dari lapangan.
Lucas Vazquez menerima kartu merah dari wasit di final Copa del Rey. |
Selain kasus serius Rudiger, Real Madrid juga menunggu keputusan dari Komite Disiplin terkait hukuman untuk dua pemain lainnya, Jude Bellingham dan Lucas Vazquez, yang juga menerima kartu merah di final baru-baru ini.
Bellingham dituduh melakukan "perilaku agresif" karena mendekati dan berdebat dengan wasit setelah terjadi pelanggaran. Mantan bintang Borussia Dortmund itu kini menghadapi potensi skorsing dua hingga tiga pertandingan berdasarkan Pasal 124 tentang penghinaan terhadap wasit.
Namun, menurut beberapa sumber, hukuman ini diperkirakan akan diterapkan pada pertandingan Copa del Rey musim depan, dan tidak akan memengaruhi jadwal La Liga.
Sementara itu, Vazquez diusir dari lapangan karena "memprotes keputusan wasit dan berjalan beberapa meter ke lapangan" setelah pertandingan berakhir. Karena pelanggaran tersebut dianggap tidak terlalu serius, bek sayap Spanyol itu kemungkinan hanya akan menghadapi larangan bermain 1-2 pertandingan.
Karena pelanggaran yang dilakukan tidak terlalu serius, baik Bellingham maupun Vazquez kemungkinan besar tidak akan memengaruhi jadwal La Liga Real Madrid untuk sisa musim ini, yang sedikit meredakan kekhawatiran pelatih Ancelotti tentang ketersediaan pemain dalam skuad, meskipun "badai" skorsing yang menimpa Rüdiger masih membayangi klub kerajaan Spanyol tersebut.
Sumber: https://znews.vn/rudiger-tra-gia-dat-cho-su-boc-dong-post1549313.html






Komentar (0)