Sepanjang sejarah manusia, penemuan-penemuan seperti mesin uap, listrik, dan internet sering disebut sebagai tonggak sejarah yang mengubah dunia. Namun menurut jurnalis dan pakar ekonomi John Micklethwait dan Adrian Wooldridge, ada penemuan lain yang memiliki dampak yang sama signifikan, meskipun jarang dilihat seperti itu: perusahaan.
![]() |
Buku "Perusahaan - Sejarah Singkat Sebuah Gagasan Revolusioner. " Foto: OP |
Sebuah "penemuan" sosial
Dalam buku mereka, *The Company - A Brief History of a Revolutionary Idea *, kedua penulis tidak hanya memandang perusahaan sebagai model bisnis semata. Mereka melihatnya sebagai sebuah institusi yang telah membantu membentuk ekonomi, politik , dan kehidupan sosial selama berabad-abad.
Patut dicatat bahwa buku ini tidak dimulai dengan perusahaan-perusahaan terkenal atau pengusaha modern. Sebaliknya, pembaca dibawa kembali ke peradaban kuno, di mana bentuk-bentuk dasar kerja sama komersial muncul di antara para pedagang di Mesopotamia, Yunani, dan Roma. Dari kesepakatan bisnis awal ini, gagasan tentang banyak orang yang menggabungkan modal, berbagi risiko dan keuntungan secara bertahap berkembang menjadi struktur ekonomi yang mampu memobilisasi sumber daya dalam skala yang terus meningkat.
Pendahuluan buku tersebut menyatakan: Perusahaan adalah salah satu organisasi terpenting di dunia modern. Menurut para penulis, titik balik sebenarnya terjadi pada abad ke-19 ketika tiga elemen inti perusahaan modern digabungkan: kepribadian hukum yang independen, kemampuan untuk menerbitkan saham kepada banyak investor, dan prinsip tanggung jawab terbatas. Perubahan ini memungkinkan para pengusaha untuk mengumpulkan modal dalam jumlah besar sementara investor hanya menanggung risiko sebatas modal yang mereka setorkan.
Micklethwait dan Wooldridge menyebut munculnya perusahaan modern sebagai "gagasan revolusioner." Hal ini tidak hanya memfasilitasi peningkatan skala operasi bisnis yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi juga mengubah cara masyarakat mengatur sumber daya, tenaga kerja, dan modalnya.
![]() |
Sebuah lukisan karya Rembrandt yang menggambarkan para manajer serikat tekstil di Amsterdam abad ke-17 – suatu bentuk organisasi komersial yang merupakan cikal bakal model perusahaan modern. Sumber: Wikipedia. |
Buku ini juga menc devotes ruang yang cukup besar untuk menjelaskan mengapa Undang-Undang Perusahaan di Inggris pada pertengahan abad ke-19 dianggap sebagai tonggak penting. Sejak saat itu, pembentukan perusahaan bukan lagi hak istimewa yang membutuhkan lisensi negara secara individual. Individu biasa juga dapat mendirikan bisnis, mengumpulkan modal, dan memperluas operasi mereka.
Selain menyajikan sejarah perusahaan sebagai narasi ekonomi semata, para penulis menunjukkan bahwa perusahaan tersebut pernah menjadi perpanjangan tangan kekaisaran, terlibat langsung dalam ekspansi kolonial dan membentuk tatanan perdagangan global.
British East India Company adalah salah satu contoh yang sering disebut. Dari sebuah organisasi bisnis, perusahaan ini pernah memiliki pasukannya sendiri dan memiliki pengaruh yang mendalam pada sejarah India.
![]() |
John Micklethwait (kanan) dan Adrian Wooldridge (kiri). Sumber: intelligencesquared. |
Sebuah institusi yang selalu bergerak, terus beradaptasi.
Salah satu poin penting dari buku The Company – A Brief History of a Revolutionary Idea adalah kemampuannya untuk menghubungkan sejarah perusahaan dengan sejarah kapitalisme modern. Melalui delapan bab, Micklethwait dan Wooldridge mengkaji pembentukan perusahaan-perusahaan khusus selama era perdagangan maritim, munculnya konglomerat industri di Amerika, model bisnis di Inggris, Jerman, dan Jepang, serta peran manajemen profesional yang semakin meningkat di abad ke-20.
Para penulis mengakui kontribusi signifikan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi, inovasi teknologi, dan mobilisasi sumber daya. Pada saat yang sama, mereka tidak menghindari aspek negatif yang terkait dengan sejarah perusahaan, seperti spekulasi keuangan, monopoli, dan penyalahgunaan kekuasaan ekonomi.
Di bagian akhir, kedua penulis memperluas narasi ke masa depan. Dengan latar belakang teknologi digital dan globalisasi yang mengubah struktur produksi tradisional, mereka mempertanyakan tujuan perusahaan di abad ke-21. Akankah bisnis terus tumbuh, bertransformasi menjadi jaringan yang lebih fleksibel, atau akankah mereka memberi jalan kepada model organisasi baru? Buku ini tidak menawarkan jawaban yang pasti.
Dengan gaya penulisannya yang komprehensif, menggabungkan sejarah, ekonomi, dan manajemen, "The Company - A Brief History of a Revolutionary Idea" menawarkan perspektif tentang sebuah institusi yang sudah dikenal luas namun jarang dipandang sebagai sebuah penemuan.
Sebagai penutup, yang tersisa bukanlah hanya sejarah bisnis-bisnis ini, tetapi juga kesadaran bahwa perusahaan pada dasarnya adalah sebuah penemuan sosial – sebuah gagasan yang telah berkontribusi dalam membentuk dunia modern seperti yang kita kenal sekarang.
Sumber: https://znews.vn/sach-ve-lich-su-mo-hinh-cong-ty-post1661563.html












