Sebagai bagian dari acara "Hari Tanpa Uang Tunai", pada sore hari tanggal 16 Juni, Departemen Pembayaran dan Departemen Komunikasi (Bank Negara Vietnam - SBV), bekerja sama dengan surat kabar Tuoi Tre dan Perusahaan Pembayaran Nasional Vietnam (Napas), menyelenggarakan seminar bert名为 "Koneksi Data, Pembayaran Cerdas - Mendorong Pembangunan Sosial".
Pada acara tersebut, Bapak Pham Quang Toan, Direktur Departemen Teknologi Informasi (Dinas Pajak Umum), menyampaikan bahwa ke depannya, nomor identifikasi pajak akan dihapuskan dan kartu identitas warga akan digunakan sebagai nomor identifikasi pajak. Artinya, ketika warga negara mendapatkan kartu identitas warga, kartu tersebut akan dianggap sebagai nomor identifikasi pajak mereka untuk memudahkan dalam deklarasi dan prosedur pajak.
Untuk mencapai hal ini, perlu dilakukan peningkatan infrastruktur teknis, memenuhi persyaratan keamanan informasi, dan memeriksa infrastruktur jaringan, server, dan sistem penyimpanan. Otoritas pajak berkoordinasi dengan C06 ( Kementerian Keamanan Publik ) untuk menyinkronkan basis data penduduk nasional dan basis data pajak; saat ini, sekitar 52 juta nomor identifikasi pajak telah ditinjau.
Terkait promosi pembayaran tanpa uang tunai, Ketua Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh, Bapak Phan Van Mai, mengatakan bahwa sektor kesehatan, pendidikan , asuransi, dan transportasi di kota tersebut mempercepat implementasinya. Melalui transisi ke layanan publik daring tingkat 4 (30% unit), banyak instansi telah mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai.
Sementara itu, di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional, masyarakat juga memiliki kebiasaan untuk tidak menggunakan uang tunai. Untuk lebih mempromosikan pembayaran tanpa uang tunai, Kota Ho Chi Minh dapat menetapkan jumlah pembayaran minimum untuk transaksi tanpa uang tunai. Misalnya, pembayaran untuk barang dan jasa senilai 10 juta VND atau lebih.
Menurut Wakil Gubernur Bank Negara Vietnam, Pham Tien Dung, sektor perbankan secara aktif mengimplementasikan Proyek Pengembangan Pembayaran Non-Tunai di Vietnam untuk periode 2021-2025; "Program Transformasi Digital Nasional hingga 2025, dengan visi hingga 2030"; dan Keputusan Perdana Menteri No. 06/QD-TTg yang menyetujui Proyek Pengembangan Aplikasi Data Kependudukan, Identifikasi, dan Otentikasi Elektronik untuk Melayani Transformasi Digital Nasional untuk periode 2022-2025, dengan visi hingga 2030 (Proyek 06).
Dalam konteks ini, "data" adalah elemen kunci yang berkontribusi pada pengembangan aktivitas pembayaran cerdas dan mendorong pembangunan sosial. Saat ini, persentase penduduk dewasa Vietnam yang memiliki rekening pembayaran bank sekitar 74,63%.
Dalam empat bulan pertama tahun 2023, transaksi pembayaran tanpa uang tunai meningkat sebesar 52,8% dalam volume; transaksi berbasis internet meningkat sebesar 83,76% dalam volume dan 2,83% dalam nilai; transaksi berbasis seluler meningkat masing-masing sebesar 64,84% dan 9,47%; dan transaksi kode QR meningkat sebesar 161,6% dan 36,62% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022.
Dalam pidatonya di acara tersebut, Wakil Perdana Menteri Le Minh Khai mengatakan bahwa setelah dua tahun pelaksanaan Keputusan Perdana Menteri Nomor 1813 tentang pengesahan Proyek Pengembangan Program Pembayaran Non-Tunai di Vietnam untuk periode 2021-2025, target dan hasil yang dicapai sangatlah mengesankan.
Pembayaran non-tunai mencapai lebih dari 7,59 triliun transaksi dengan nilai hampir 219,5 triliun VND, meningkat 89% dalam volume dan 32% dalam nilai. Angka-angka ini jauh lebih tinggi dari target yang ditetapkan dalam rencana (peningkatan 20-25% baik dalam volume maupun nilai transaksi). Bersamaan dengan itu, tingkat pertumbuhan tahunan pembayaran seluler dan internet melebihi 100%, dan banyak layanan perbankan kini dilakukan sepenuhnya melalui saluran digital dengan prosedur yang lebih sederhana dan cepat.
Sumber







Komentar (0)