Di Dong Thap, bunga teratai merupakan bagian tak terpisahkan dari tanah kelahiran. Dari hamparan ladang teratai yang luas di Thap Muoi, Cao Lanh, dan Tam Nong hingga daerah tepi sungai yang subur seperti My Tho, Cai Lay, dan Cai Be, teratai tidak hanya membawa nilai ekonomi tetapi juga berkontribusi pada identitas unik wilayah selatan ini. Teratai merupakan makanan pokok dalam hidangan lokal, muncul dalam masakan seperti salad akar teratai, nasi yang dibungkus daun teratai, sup manis biji teratai, dan teh teratai yang harum.

Bagi masyarakat Dong Thap , bunga teratai bukan sekadar bunga untuk dikagumi, tetapi bagian dari kenangan mereka, yang diwariskan melalui lagu-lagu rakyat, melodi, dan lagu pengantar tidur dari ibu mereka, sebuah warisan budaya yang dipelihara dari generasi ke generasi.
"Bunga teratai terindah ada di Thap Muoi." |
Masyarakat Dong Thap menyukai bunga teratai karena mereka menemukan diri mereka di dalamnya. Teratai tumbuh dari lumpur tetapi tetap murni dan bersih, seperti halnya kualitas masyarakat pedesaan yang, meskipun bekerja di ladang sepanjang tahun, tetap setia, taat, dan penuh kasih sayang.
Bagi banyak orang di Dong Thap, masa kecil mereka sangat terkait dengan musim ketika bunga teratai mekar. Itulah gemerisik daun teratai tertiup angin sore, aroma harum ladang teratai setiap pagi, rasa manis dan gurih biji teratai segar, atau tawa riang ibuku di siang hari yang cerah di ladang. Hal-hal sederhana ini mungkin tampak tidak penting, tetapi justru inilah jiwa dari budaya Dong Thap. |
Pepatah lama, "Dekat dengan lumpur tetapi tidak tercemari oleh baunya," telah lama menjadi filosofi hidup yang sederhana namun mendalam bagi generasi-generasi mendatang. Dong Thap dengan bangga menyandang gelar "Tanah Teratai Merah Muda," sebuah ciri khas budaya yang unik. Oleh karena itu, teratai melampaui batas-batas bunga biasa untuk menjadi simbol karakter dan aspirasi akan kehidupan yang indah.
Di benak masyarakat Dong Thap, bunga teratai juga merupakan simbol vitalitas yang abadi. "Betapa mahirnya bunga teratai mempertahankan warnanya / Tak pudar oleh terik matahari, tak redup oleh hujan lebat."

Puisi ini ringkas namun berfungsi sebagai pengingat akan ketahanan dalam menghadapi perubahan hidup. Di dunia modern saat ini, di mana banyak nilai tradisional berisiko memudar, citra bunga teratai menjadi lebih bermakna dari sebelumnya. Teratai mengingatkan orang untuk hidup berbudi luhur, menjaga kemurnian hati, dan menghargai akar budaya mereka.
Saat ini, bunga lotus diangkat oleh Dong Thap menjadi merek budaya dan pariwisata khas daerah tersebut. Festival lotus, ruang pengalaman di ladang lotus, dan produk OCOP yang terbuat dari lotus telah berkontribusi dalam mempromosikan citra "Negeri Teratai Merah Muda" secara luas kepada teman-teman baik di dalam maupun luar negeri.
Arah ini juga sejalan dengan semangat Resolusi Partai Nomor 80 - mempromosikan sumber daya budaya lokal bersamaan dengan pembangunan ekonomi dan pariwisata serta membangun masyarakat Dong Thap di era baru.

Dari sekadar bunga sederhana di air, teratai telah menjadi sumber inspirasi yang tak ada habisnya bagi sastra, seni, dan kehidupan kreatif. Foto-foto teratai karya seniman seperti Khac Hieu, Hoa Van, Hoang Trong, Tran Thanh Trung, lagu-lagu tentang teratai karya Nguyen Duy Trung, dan berbagai kumpulan puisi bertema teratai karya penyair Huu Nhan… telah berkontribusi dalam menceritakan kepada publik kisah indah tentang tanah dan masyarakat Dong Thap: "Penuh Kasih Sayang - Dinamis - Kreatif," sambil tetap mempertahankan pesona kesederhanaan dan ketulusannya.
Sekalipun kehidupan berubah di masa depan, dan ladang teratai direncanakan dengan cara yang berbeda, kami percaya bahwa teratai akan selamanya tetap harum di hati masyarakat Dong Thap. Karena teratai telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya Dong Thap.
LSM Quang Tuyen
Sumber: https://baodongthap.vn/sen-trong-doi-song-van-hoa-cua-nguoi-dong-thap-a241542.html







Komentar (0)