TPO - Bagi sebagian orang, Tet (Tahun Baru Imlek Vietnam) mungkin tidak lagi begitu istimewa karena terhubung dengan keluarga menjadi lebih mudah akhir-akhir ini berkat teknologi. Tetapi bagi banyak siswa yang belajar jauh dari rumah, Tet Vietnam selalu menjadi waktu yang istimewa, hangat, dan bermakna.
TPO - Bagi sebagian orang, Tet (Tahun Baru Imlek Vietnam) mungkin tidak lagi begitu istimewa karena terhubung dengan keluarga menjadi lebih mudah akhir-akhir ini berkat teknologi. Tetapi bagi banyak siswa yang belajar jauh dari rumah, Tet Vietnam selalu menjadi waktu yang istimewa, hangat, dan bermakna.
Duc Vinh, mahasiswa kedokteran tahun ke-5 di Universitas Kedokteran Hanoi . Foto: Disediakan oleh narasumber. |
Duc Vinh, seorang mahasiswa kedokteran tahun ke-5 di Universitas Kedokteran Hanoi: Membuat banh chung (kue beras tradisional Vietnam) adalah hal favorit saya tentang Tet (Tahun Baru Vietnam).
Bagi saya, Tết Vietnam (Tahun Baru Imlek) selalu menjadi waktu yang istimewa, hangat, dan bermakna. Beberapa hari menjelang Tết, keluarga saya dan saya biasanya mempersiapkan banyak hal bersama, mulai dari membersihkan dan mendekorasi rumah hingga membuat banh chung (kue beras tradisional). Membuat banh chung adalah bagian favorit saya dari Tết. Ini bukan hanya pekerjaan rumah tangga, tetapi juga momen kebersamaan. Semua anggota keluarga ikut membantu: ada yang memotong daun pisang, ada yang menyiapkan nasi ketan dan daging, ada yang membungkus kue, dan ada yang mengikat talinya. Sambil melakukan itu, semua orang mengobrol dan berbagi kenangan, baik yang bahagia maupun sedih, dari tahun sebelumnya. Ini menciptakan suasana yang sangat dekat dan hangat, membuat saya selalu merasa gembira ketika Tết tiba.
Pada pagi hari pertama Tahun Baru Imlek, keluarga saya selalu menyiapkan hidangan tradisional untuk dipersembahkan kepada leluhur, sebagai ungkapan rasa hormat kami terhadap asal usul. Setelah itu, seluruh keluarga mengunjungi kerabat dan tetangga, bertukar ucapan selamat Tahun Baru dan harapan baik untuk tahun yang baru. Bagi sebagian orang, Tet mungkin tidak lagi begitu istimewa karena terhubung dengan keluarga menjadi lebih mudah akhir-akhir ini berkat teknologi. Misalnya, saya dan keluarga sering melakukan panggilan video ketika saya jauh dari rumah, sehingga saya tidak merasa terlalu jauh.
Namun, bahkan dengan teknologi, pengalaman duduk bersama secara langsung, berbagi hidangan Malam Tahun Baru, atau membungkus banh chung (kue beras tradisional Vietnam) tetap tak tergantikan. Terutama bagi kita yang tinggal jauh dari rumah, seperti saya, Tet adalah hari libur di mana kita dapat menghabiskan waktu lama untuk kembali ke kampung halaman.
Nguyen Van Vu (mengenakan kemeja biru). Foto: Disediakan oleh narasumber. |
Nguyen Van Vu – Pakar Studi Han Nom: Tet adalah waktu untuk reuni dan berkumpul dengan penuh sukacita bersama keluarga.
"Hari pertama Tết adalah untuk mengunjungi ayah, hari kedua untuk mengunjungi ibu, dan hari ketiga untuk mengunjungi guru" adalah pepatah Vietnam yang familiar. Dewasa ini, dengan perkembangan masyarakat dan kesibukan hidup, banyak orang merasa Tết menjadi kurang bermakna.
"Tet adalah waktu untuk berkumpul kembali dan bersukacita bersama keluarga dan teman. Tet adalah waktu untuk mengungkapkan rasa syukur kepada kakek-nenek, orang tua, dan guru. Tet adalah waktu untuk berdoa memohon keberuntungan; orang-orang membuat rencana untuk mengunjungi Kuil Sastra, Kuil Ngoc Son, dan tempat-tempat ibadah lainnya yang didedikasikan untuk para cendekiawan dan intelektual untuk berdoa memohon kesuksesan akademis, kemajuan karier, dan harapan untuk tahun baru yang makmur."
"Bepergian dan merayakan Tet (Tahun Baru Imlek) alih-alih pulang kampung berarti tradisi merayakan Tet bersama guru telah menjadi usang di mata generasi muda. Namun, bagi mahasiswa, pulang kampung untuk merayakan Tet untuk pertama kalinya di tahun pertama menjadi kesempatan untuk berkumpul kembali dengan guru dan teman-teman mereka," ujar Vu.
Sumber: https://tienphong.vn/sinh-vien-nghi-gi-ve-tet-viet-post1713140.tpo






Komentar (0)