
Sampul buku "Leading, Not Managing" karya Sir Alex Ferguson, diterbitkan oleh NXB Trẻ.
Dalam sepak bola, pelatih tidak hanya bertanggung jawab atas taktik atau hasil pertandingan, tetapi juga memimpin tim yang terdiri dari beragam kepribadian, minat, dan tekanan. Serangkaian perubahan manajerial baru-baru ini di Eropa menunjukkan bahwa peran pelatih kepala semakin dipandang melampaui sekadar manajemen teknis.
Dengan latar belakang ini, buku Sir Alex Ferguson , "Lead, Not Manage," menawarkan perspektif mendalam tentang seni kepemimpinan, yang disarikan dari karier sepak bolanya sendiri.
Memimpin klub besar berarti mengelola orang.
"Leading - Leadership, Not Management" mengisahkan perjalanan manajemen dan kepemimpinan Sir Alex Ferguson, dari meninggalkan Glasgow pada usia 16 tahun untuk magang di Remington Rand dan bergabung dengan Queen's Park, hingga lebih dari setengah abad kemudian, ketika ia berdiri di ruang kuliah Harvard Business School mengajar mata kuliah MBA.
Perjalanan itu menggambarkan transformasi dari seorang pemain muda menjadi seorang pemimpin di Manchester United, dan kemudian menjadi seseorang yang berbagi pengalaman kepemimpinannya dengan generasi berikutnya.
Sir Alex Ferguson memulai buku ini dengan kenangan akan kuliah pertamanya di Harvard pada Oktober 2012. Ruang kelas dipenuhi oleh mahasiswa dari berbagai negara, usia, dan latar belakang pendidikan, dengan banyak yang berdiri di lorong untuk menonton.
Menurutnya, ketertarikan ini tidak hanya berasal dari daya tarik Manchester United, tetapi juga mencerminkan meningkatnya minat terhadap pelajaran kepemimpinan yang dipetik dari sepak bola tingkat atas.
Dalam kurikulum Harvard, Manchester United ditempatkan bersama contoh-contoh manajemen modern yang sudah dikenal seperti Burberry, Comcast, Marvel, dan industri kreatif. Ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak lagi hanya dilihat sebagai olahraga semata, tetapi sebagai model manajemen organisasi dengan banyak lapisan hubungan yang saling tumpang tindih.

Dalam buku tersebut, Ferguson menegaskan bahwa kesuksesan Manchester United tidak hanya berasal dari bakat di lapangan, tetapi juga dari kekuatan kolektif, loyalitas penggemar, dan kemampuan kepemimpinan untuk beradaptasi dengan lanskap sepak bola dan bisnis yang terus berubah. - Foto: REUTERS
Dalam ceramahnya, Sir Alex Ferguson menguraikan gambaran komprehensif tentang para pemangku kepentingan yang harus ia kelola sebagai pelatih kepala Manchester United: mulai dari pemain, staf, penggemar, dan media hingga dewan direksi dan pemilik. Ia berpendapat bahwa kepemimpinan dalam sepak bola tidak dapat dibatasi hanya pada keahlian teknis saja, tetapi harus melibatkan harmonisasi banyak hubungan di tengah tekanan yang selalu ada untuk mencapai hasil.
Sir Alex Ferguson menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang mengejar kesuksesan jangka pendek, tetapi tentang menemukan keseimbangan antara tekanan untuk menang dan pertumbuhan berkelanjutan. Pengalaman yang ia bagikan berkisar pada membangun disiplin, memotivasi orang, menjaga persatuan, dan mengembangkan individu dalam tim yang sangat kompetitif.
Sumber: https://tuoitre.vn/sir-alex-ferguson-va-bai-hoc-dan-dat-chu-khong-quan-ly-tu-san-co-20260127114336034.htm







Komentar (0)