Banyak bintang seperti Lacazette mungkin akan meninggalkan Lyon - Foto: REUTERS
Ini adalah kejutan besar bagi sepak bola Prancis, karena salah satu klub paling tradisional di negara itu terdegradasi bukan karena performa di lapangan, tetapi karena masalah keuangan yang serius.
DNCG menyatakan bahwa keputusan ini dibuat setelah meninjau catatan keuangan Lyon dan mengkonfirmasi bahwa klub tersebut tidak memenuhi persyaratan keuangan wajib untuk mempertahankan posisinya di Ligue 1.
Meskipun Lyon sebelumnya telah berkomitmen untuk menyediakan modal tambahan dan menjelaskan investasi tersebut, DNCG menekankan bahwa "janji saja tidak cukup, kami perlu melihat uang sungguhan di rekening."
Menurut media Prancis, Lyon saat ini dibebani utang besar, diperkirakan antara 175 hingga 500 juta euro, yang menyebabkan keuangan mereka berada dalam kondisi yang sangat tidak seimbang.
Pemilik klub, John Textor, sebelumnya menyatakan bahwa klub telah mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan modal, termasuk menjual sahamnya di Crystal Palace dan mempercepat penjualan pemain seperti Rayan Cherki. Namun, DNCG masih meyakini bahwa komitmen tersebut belum cukup meyakinkan.
Setelah keputusan DNCG, Lyon tetap tenang dan menegaskan bahwa mereka akan mengajukan banding dalam waktu tujuh hari.
Tuan Textor tidak membuat pernyataan resmi setelah sidang, tetapi sebelumnya telah menyatakan keyakinannya, dengan mengatakan bahwa "semuanya baik-baik saja secara finansial." Beberapa sumber mengindikasikan bahwa Lyon sedang bergegas menyelesaikan penjualan saham dan pemain untuk mengumpulkan modal yang dibutuhkan untuk DNCG (Yayasan Demokrasi dan Amal).
Pakar keuangan olahraga Vincent Chaudel percaya Lyon masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan jika mereka dapat memberikan dokumentasi yang cukup untuk membuktikan arus kas mereka.
Namun, ia juga memperingatkan bahwa meskipun banding berhasil, klub tersebut masih bisa menghadapi pembatasan pengeluaran gaji atau larangan transfer sebagian untuk musim berikutnya.
Jika larangan tersebut tidak dapat dibatalkan, Lyon akan terdegradasi ke Ligue 2 untuk pertama kalinya sejak 1989. Posisi mereka di Ligue 1 kemungkinan besar akan diberikan kepada Stade Reims, yang finis di peringkat ke-16 musim lalu.
Kasus Lyon menjadi peringatan jelas dari DNCG bahwa standar keuangan dalam sepak bola Prancis tidak akan dilonggarkan, bahkan untuk klub-klub besar.
Ini juga menjadi peringatan mengenai ketidakstabilan keuangan yang memanas di banyak klub sepak bola papan atas Eropa. Setahun yang lalu, klub Prancis bersejarah lainnya, Bordeaux, bahkan terdegradasi ke divisi keempat (liga amatir) karena masalah keuangan.
Dengan 7 gelar Ligue 1, Lyon adalah klub tersukses kelima di Prancis, setelah PSG, Saint Etienne, Monaco, dan Nantes. Musim lalu, Lyon finis di peringkat ke-6 Ligue 1.
Lyon telah memiliki banyak bintang terkenal dalam beberapa tahun terakhir, seperti Lacazette, Cherki, Malick Fofana, Matic... Namun, dengan terdegradasi, kemungkinan besar para pemain ini akan meninggalkan tim. Cherki bahkan sudah dijual ke Manchester City.
HUY DANG
Sumber: https://tuoitre.vn/soc-lyon-bi-danh-rot-hang-20250625044818189.htm






Komentar (0)