
Pendongeng jalanan
Di usia 60-an dan 70-an, selain mengangkut penumpang, anggota Tim Becak Wisata Da Nang dengan tekun mengikuti kelas bahasa asing yang diselenggarakan oleh Pusat Promosi Pariwisata Da Nang.
Dimulai dari sapaan sederhana dan perkenalan destinasi, hingga keterampilan komunikasi dasar dengan wisatawan internasional… Setiap sesi pelatihan tidak hanya membantu mereka menjadi lebih percaya diri dalam pekerjaan mereka, tetapi juga menunjukkan semangat proaktif dan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, berkontribusi dalam membangun citra pariwisata Da Nang yang profesional, ramah, dan beradab.
Setelah berkecimpung dalam pekerjaan ini selama lebih dari 20 tahun, berinteraksi dengan wisatawan dari berbagai negara, bagi Bapak Nguyen Van Ban (65 tahun), Ketua Tim 1, Tim Becak Wisata, kendala bahasa dulunya merupakan hambatan utama.
Oleh karena itu, Bapak Ban dan anggota tim lainnya secara proaktif mempelajari bahasa asing. Melalui kursus pelatihan bahasa Inggris dan Korea yang diselenggarakan setiap tahun oleh Pusat Promosi Pariwisata Kota, para anggota belajar dan berlatih secara bersamaan, secara bertahap mengumpulkan pengetahuan yang cukup untuk berkomunikasi dan memperkenalkan restoran lezat atau fitur unik objek wisata kepada para pengunjung.
Bapak Tran Dinh Nam (69 tahun), anggota Tim Becak Wisata, masih ingat betul saat ia menggendong seorang turis Australia. Melihat perawakannya yang kecil di samping becak, penumpang itu dengan ragu bertanya, "Apakah Anda yakin bisa menggendong saya?" Baru setelah mendengar jawaban tegas Bapak Nam, "Ya, saya bisa," penumpang itu merasa tenang dan naik ke becak.
Dedikasi dan kecintaan terhadap profesi yang ditunjukkan oleh orang-orang seperti Bapak Ban dan Bapak Nam telah meninggalkan kesan positif pada wisatawan internasional yang menikmati perjalanan naik becak di Da Nang. Sarah Miller, seorang wisatawan Amerika, cukup terkejut melihat bahwa para pengemudi lanjut usia tersebut masih dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan perjalanan.
"Pengalaman menikmati perjalanan santai dengan becak, mengagumi hiruk pikuk kota dan Sungai Han yang tenang, sambil mendengarkan pengemudi memperkenalkan sejarah dan budaya tempat-tempat seperti Pasar Han, Jembatan Ayun Sungai Han, dan Jembatan Naga… membuat perjalanan ini sangat menyenangkan," ujar Sarah Miller.
Meningkatkan pengalaman wisata sepeda.
Menurut Ibu Nguyen Thi Hong Tham, Direktur Pusat Promosi Pariwisata Kota, Tim Becak Wisata Da Nang saat ini memiliki 83 anggota, yang dibagi menjadi beberapa kelompok, dan beroperasi secara bergilir untuk menyambut wisatawan.

Untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman pengunjung, mulai September 2025, industri pariwisata kota akan meluncurkan layanan Auto Guide (sistem komentar otomatis yang terintegrasi dengan AI) pada tur becak di sekitar kota.
Namun, menurut Ibu Tham, teknologi hanya berperan sebagai pendukung; elemen inti dari layanan becak wisata masih terletak pada manusia. Para pengemudi becak, dengan sikap ramah dan tulus mereka, adalah "pendongeng" yang paling hidup, membantu wisatawan merasakan jiwa dan pesona kota pesisir dengan lebih baik.
Mulai dari pelayanan yang sopan dan sikap ramah hingga sapaan sederhana dan bersahabat, setiap perjalanan naik becak berkontribusi dalam menyebarkan citra Da Nang yang damai dan ramah.
Bagi wisatawan domestik, naik becak membangkitkan budaya tradisional dalam suasana perkotaan modern, menciptakan perasaan yang akrab sekaligus baru. Bagi wisatawan internasional, ini adalah produk wisata khas Vietnam, berbeda dari bentuk wisata populer lainnya, yang memperkaya pengalaman dan meninggalkan kesan tak terlupakan. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk merasakan ritme kehidupan kota pada tingkat yang lebih lambat dan lebih intim, lebih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Ke depannya, pusat ini akan terus mengarahkan pengembangan Tim Becak Wisata ke arah profesionalisme, yang terkait dengan peran "mendampingi dan menceritakan kisah-kisah Da Nang".
Kursus pelatihan bahasa, pelatihan keterampilan komunikasi, dan pelatihan keselamatan lalu lintas akan tetap dipertahankan, bersamaan dengan tur becak yang menawarkan pengalaman budaya lokal, sejarah, kuliner , dan kehidupan sehari-hari. Hal ini akan berkontribusi pada diversifikasi produk pariwisata dan membangun citra Da Nang sebagai destinasi yang ramah, beradab, dan kaya akan nilai-nilai budaya.
Sumber: https://baodanang.vn/su-gia-xich-lo-3322513.html






Komentar (0)