KEHATI-HATIAN MR. KIM MEMBUAT TIM LEBIH STABIL
Tim Vietnam meninggalkan kesan yang mendalam bagi para penggemar ketika mereka mengalahkan Myanmar 5-0 dan meraih posisi puncak Grup B dengan rekor tak terkalahkan (3 menang, 1 seri). Khususnya, pemain naturalisasi baru, Nguyen Xuan Son, tampil gemilang dengan 2 gol dan 2 assist, menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam serangan yang mampu menembus pertahanan tim mana pun di Asia Tenggara.
Tim Vietnam akan meningkatkan semangat tim untuk menang di Singapura.
Kepercayaan diri dan kegembiraan memang sangat baik, membawa nilai-nilai spiritual yang positif. Namun, bukan tanpa alasan pelatih Kim Sang-sik senantiasa mengingatkan anak didiknya bahwa semangat kolektif adalah hal terpenting. Vietnam akan menghadapi perjalanan baru, babak sistem gugur yang berat dengan 2 pertandingan semifinal melawan Singapura—yang juga dianggap sebagai 2 pertandingan final. Pertandingan sistem gugur ini akan memaksa pelatih Kim Sang-sik untuk berhati-hati, pertama-tama, ia harus menjaga gawang dan kemudian memperhitungkan opsi serangan. Rencana taktis harus disesuaikan karena lawan pasti akan mengobrak-abrik tim Vietnam dengan sangat hati-hati. Oleh karena itu, kepastian seluruh tim akan menjadi prioritas utama.
Tim yang bersatu
Pelatih Kim Sang-sik kemungkinan akan kembali menggunakan formasi 3-4-3 di lini serang, dengan variasi 5-4-1 di lini pertahanan. Nguyen Xuan Son akan bermain sebagai penyerang tengah. Hal ini tidak mengherankan mengingat striker Brasil tersebut tampil sangat baik dalam pertandingan debutnya untuk tim nasional. Kekuatan fisik Xuan Son yang melimpah, kemampuan menekan yang kuat, serta kepercayaan diri dan ketenangannya di langkah-langkah terakhir menjadi pembeda. Umpan silang dari Tien Anh – yang bermain sangat baik melawan Myanmar – dan Van Vi dari sayap akan dimanfaatkan secara efektif. Ritme permainan inilah yang perlu dipertahankan tim Vietnam dalam pertandingan-pertandingan gugur ini.
MEMATAHKAN "KUTUKAN" RUMPUT BUATAN
Tantangan terbesar bagi tim Vietnam adalah lapangan rumput sintetis di Stadion Jalan Besar, tempat Pelatih Park Hang-seo dan timnya tak berdaya dan ditahan imbang 0-0 di babak penyisihan grup Piala AFF dua tahun lalu. Karakteristik lapangan rumput sintetis (sangat berbeda dengan rumput alami) menuntut Pelatih Kim Sang-sik dan timnya untuk memiliki pendekatan yang cerdas.
Tim Vietnam berlatih di lapangan rumput sintetis Jurong pada tanggal 24 Desember
Pelajaran terbaru dari hasil imbang 1-1 dengan Filipina di lapangan rumput sintetis Rizal Memorial (Manila) pada babak penyisihan grup Piala AFF 2024 masih segar dalam ingatan. Tim Vietnam harus bermain dengan fokus dan determinasi sejak awal. Trio bek tengah Tien Dung - Thanh Chung - Xuan Manh kemungkinan akan menjadi perisai baja di depan gawang; pasangan gelandang Hoang Duc - Ngoc Tan akan bertanggung jawab untuk mengendalikan ritme di lini tengah.
Tuan Kim sedang mempertimbangkan apakah akan memainkan Doan Ngoc Tan atau membiarkannya beristirahat untuk menghindari cedera yang berulang dan memainkan Quang Hai sejak awal. Hai "putra" sedang dalam performa yang sangat baik. Posisi sayap akan menjadi tanda tanya besar, mengingat Van Toan cedera dan harus meninggalkan Piala AFF 2024 lebih awal. Hai Long kemungkinan akan kembali dimainkan di sayap kanan, berkat kemampuannya dalam menguasai bola dan sangat cerdas dalam memanfaatkan ruang. Di sisi sayap yang berlawanan, Vi Hao sangat antusias setelah berhasil "membuka rekening golnya" dengan 1 gol dan 1 assist melawan Myanmar.
Stadion Jalan Besar pernah menjadi saksi Nam Dinh FC bermain imbang 3-3 dengan Tampines Rovers di Piala Asia C2 (di mana Van Vi menjadi starter dan Xuan Son mencetak gol). Pengalaman itu akan sangat berguna bagi Xuan Son dan rekan-rekannya. Tentu saja, dalam pertandingan tanggal 26 Desember, Son akan tetap memainkan peran penting, tetapi Tuan Kim ingin dia bersinar. Dalam beberapa sesi latihan sebelum pertandingan, staf pelatih akan memberikan solusi efektif untuk mengatasi kondisi bermain yang kurang baik di lapangan rumput sintetis, yang menyebabkan banyak kehilangan energi.
Pelatih Kim Sang-sik telah memilih personel yang tepat, dengan tujuan membentuk tim yang kuat dalam hal keahlian dan semangat. Terlihat bahwa pemain muda Vi Hao lebih diutamakan daripada senior Tuan Hai atau Xuan Manh yang menjadi pilihan nomor 1 untuk posisi bek tengah kanan, bukan kapten Duy Manh. Di lini serang, Tien Linh bekerja sama dan bersaing sehat dengan Xuan Son. Semua itu akan menciptakan semangat bagi tim untuk selalu maju dengan kuat. Pendatang baru Xuan Son memainkan peran penting, tetapi hanya satu bagian dari teka-teki. Jika mempertahankan semangat kolektif dan kekuatan kolektif, tim Vietnam akan mampu mematahkan kutukan dan memenangkan leg pertama semifinal Piala AFF, membuka peluang pada leg kedua pada 29 Desember di kandang sendiri.
XUAN SON DAN HAI LONG MENERIMA KABAR BAIK
Menjelang semifinal Piala AFF 2024, striker Xuan Son menerima kabar baik ketika golnya yang mengubah skor menjadi 4-0 dalam pertandingan melawan Myanmar dinominasikan sebagai gol terbaik babak penyisihan grup. Selain itu, gol pembuka Hai Long melawan Laos di pertandingan pertama babak penyisihan grup juga masuk nominasi ini.
Literatur
Saksikan ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024 secara langsung dan lengkap diFPT Play, di: http://fptplay.vn
Komentar (0)