"Supergirl" diadaptasi dari serial komik populer "Supergirl: Woman of Tomorrow" karya Tom King dan Bilquis Evely. Film ini mengeksplorasi perjalanan Kara, sepupu Superman, saat ia mengatasi kesedihan dan mencari tujuan hidup.
Kara (Milly Alcock) dikirim ke Bumi oleh orang tuanya setelah kehancuran Krypton. Ia menenggelamkan kesedihannya dalam alkohol untuk melupakan kehilangan orang-orang terkasih dan tanah airnya. Suatu hari, Kara bertemu dan menyelamatkan Ruthye (Eve Ridley) dari sekelompok perampok. Ruthye menyimpan keinginan yang membara untuk menemukan Krem (Matthias Schoenaerts), pemimpin geng perampok dari planet lain yang mencuri senjata dan menculik gadis-gadis, untuk membalas dendam atas genosida tersebut. Ruthye mencoba meyakinkan Kara untuk membantunya memburu Krem, tetapi Kara menolak, karena tidak ingin ikut campur dalam urusan orang lain. Hanya ketika Krem membajak pesawat ruang angkasanya dan melukai anjing kesayangannya, Kara memutuskan untuk mengejarnya guna menemukan penawar untuk hewan peliharaannya. Kedua gadis itu memulai perjalanan bersama, dan petualangan mereka ke luar angkasa membuka jalan bagi Kara untuk menjadi Supergirl sejati.
Perjalanan pendewasaan seorang superhero digambarkan dengan cukup baik, saat sang protagonis menghadapi kegelapan masa lalunya dan akhirnya menemukan kebebasan dan tujuan hidup. Awalnya, motivasi Kara hanyalah untuk menemukan obat untuk menyelamatkan anjingnya. Tetapi setelah menyaksikan kejahatan geng Krem, mengalami momen hidup dan mati, dan memahami penderitaan orang lain, ia secara bertahap menemukan kembali emosi dan nilai-nilai yang telah hilang. Ruthye berperan dalam membangkitkan kesadaran Kara, tetapi Kara juga membantunya melepaskan diri dari obsesi kebencian. Kedua karakter tersebut menjadi bagian yang saling melengkapi dalam perjalanan penemuan diri dan mengatasi tantangan baru.
Superman hanya muncul di beberapa adegan, bukan untuk memamerkan kekuatannya tetapi terutama untuk menghibur, menyemangati, dan membantu membangkitkan semangat sepupunya. Dia dan karakter pendukung lainnya hanya memainkan peran kecil, mendukung perkembangan psikologis protagonis. Bahkan kedua penjahat, Krem dan Lobo, tidak dikembangkan sebagai lawan yang sepadan bagi Supergirl, tetapi terutama sebagai katalis bagi protagonis untuk menemukan kekuatan dan kemampuan supernya. Mungkin, ini baru permulaan dari serial superhero wanita ini, jadi para penjahat masih digambarkan secara relatif ringan.
Film ini masih memiliki kekurangan dalam naskahnya. Motivasi sang penjahat tidak konsisten, dan banyak alur cerita terasa dipaksakan. Misalnya, Krem dan gengnya berusaha keras untuk mencuri pedang dan membunuh seluruh keluarga Ruthye, tetapi pada akhirnya, pedang tersebut tidak memainkan peran penting atau memiliki kekuatan nyata dalam keseluruhan cerita. Demikian pula, geng tersebut menculik para gadis tetapi membiarkan Ruthye tanpa disentuh tanpa penjelasan yang masuk akal. Kara berulang kali mencoba menghentikan Ruthye membunuh Krem, dengan alasan dia tidak ingin gadis itu diliputi kebencian, tetapi ini hanya memberi Krem lebih banyak kesempatan untuk melakukan kejahatan. Oleh karena itu, pesan film ini terasa agak dipaksakan dan tidak meyakinkan.
Meskipun tidak memberikan kesan yang kuat dari segi konten, "Supergirl" tetap memenuhi elemen-elemen penting dari sebuah film superhero laris dengan efek khusus yang meyakinkan, desain visual yang mendalam, adegan aksi yang seru, dan para pemeran yang memainkan peran mereka dengan baik. Penonton berharap sekuelnya akan lebih inovatif dan memberikan Supergirl pesaing yang benar-benar layak.
KUCING DANG
Sumber: https://baocantho.com.vn/-supergirl-an-toan-a208606.html









