Ibu Thanh sudah lama menyukai bahasa Prancis, jadi ketika mengetahui bahwa Universitas Can Tho menawarkan kursus bahasa Prancis, beliau langsung mencari informasi dan mendaftar. Sebagai mahasiswa yang lebih tua, Ibu Thanh menghadapi banyak kesulitan. Misalnya, pembelajaran daring, pengumpulan tugas daring, dan penggunaan komputer merupakan tantangan besar baginya. “Saya berusaha keras untuk membiasakan diri dengan teknologi. Ada kalanya saya membutuhkan anak dan cucu saya untuk membimbing saya melalui setiap langkah kecil. Selain usaha saya sendiri, dukungan penuh dari para dosen dan universitas memberi saya motivasi untuk menyelesaikan kursus,” ujar Ibu Thanh. Beliau mengatakan bahwa kemampuannya untuk menyerap dan mengingat informasi tidak lagi setajam sebelumnya, sehingga beliau menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencatat, membaca materi tambahan, dan berkomunikasi dengan dosen melalui email setiap kali beliau tidak memahami suatu pelajaran.
Meskipun menghadapi banyak rintangan, ia tetap tekun dalam studinya, percaya bahwa semakin tua usianya, semakin penting untuk menjaga pikirannya tetap aktif, mencegah kelupaan, dan terus menyerap hal-hal baru. Sebelumnya, ia belajar dan bekerja di bidang kedokteran sebelum pensiun. Gelar Bahasa Prancisnya adalah gelar keduanya, yang diperoleh murni karena kecintaan. Menurut Ibu Thanh, sekadar mencintai suatu mata pelajaran saja tidak cukup; sangat penting untuk menguasai pengetahuan dasar agar dapat unggul dan terus berkembang di kemudian hari.
Tidak hanya gigih mengejar hasratnya, Ibu Thanh juga ingin menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: "Samudra pengetahuan tak terbatas; tidak ada seorang pun yang dapat mempelajari segalanya. Oleh karena itu, jika Anda masih dapat mempelajari sesuatu, teruslah belajar."
B. KIEN
Sumber: https://baocantho.com.vn/tan-khoa-u70-truyen-cam-hung-hoc-tap-a205093.html









Komentar (0)