Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengusulkan agar Malaysia memperkuat kerja sama transformasi digital, termasuk mendukung pembangunan pusat data nasional yang terhubung dengan pusat data ASEAN. (Foto: VGP/Nhat Bac)
Dalam suasana yang bersahabat dan terbuka, kedua Perdana Menteri menyampaikan rasa gembira mereka dapat bertemu kembali setelah kunjungan resmi Perdana Menteri Pham Minh Chinh ke Malaysia pada bulan Mei 2025. Perdana Menteri Pham Minh Chinh dengan hormat menyampaikan salam hangat dari Sekretaris Jenderal To Lam, Presiden Luong Cuong, dan Ketua Majelis Nasional Tran Thanh Man kepada Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan para pemimpin Malaysia.
Kedua pemimpin menekankan pentingnya menciptakan momentum baru untuk semakin memperdalam kemitraan strategis komprehensif kedua negara, terutama dalam pelaksanaan Program Aksi untuk mewujudkan kemitraan strategis komprehensif periode 2025-2030. Dalam semangat tersebut, kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan pertukaran delegasi dan kontak di semua tingkatan melalui semua jalur; serta terus melaksanakan mekanisme kerja sama bilateral secara efektif.
Perdana Menteri Pham Minh Chinh bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. (Foto: VGP/Nhat Bac)
Kedua Perdana Menteri sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi, termasuk memfasilitasi impor dan ekspor produk potensial dan kuat kedua belah pihak seperti produk pertanian dan perairan, makanan, komponen elektronik, dan bahan bangunan; meningkatkan kerja sama pertanian dan perikanan, memastikan ketahanan pangan, energi, minyak dan gas, serta kerja sama transmisi listrik di antara negara-negara ASEAN; dan memperluas kerja sama di bidang ekonomi digital, ekonomi sirkular, dan ekonomi hijau.
Perdana Menteri Malaysia mengusulkan agar kedua negara membentuk mekanisme kerja sama di bidang eksploitasi perikanan. Agar mekanisme ini dapat dilaksanakan secara efektif, Perdana Menteri Malaysia menekankan perlunya partisipasi pelaku usaha dari kedua belah pihak. Kedua pemimpin juga sepakat untuk mengarahkan kementerian dan sektor terkait untuk mengkaji dan mengembangkan mekanisme kerja sama serta perjanjian terkait di bidang-bidang ini.
Kedua Perdana Menteri sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi, termasuk memfasilitasi impor dan ekspor barang-barang yang berpotensi dan menguntungkan kedua belah pihak. (Foto: VGP/Nhat Bac)
Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengusulkan agar Malaysia memperkuat kerja sama transformasi digital, termasuk mendukung pembangunan pusat data nasional yang terhubung dengan pusat data ASEAN. Berdasarkan usulan Perdana Menteri, kedua belah pihak sepakat untuk bekerja sama jangka panjang dalam menjamin ketahanan pangan Malaysia, di mana Vietnam akan memastikan ekspor beras yang stabil ke Malaysia. Perdana Menteri menekankan bahwa Vietnam mendukung dan akan berkoordinasi untuk mendukung Malaysia dalam keberhasilannya mengambil peran sebagai Ketua ASEAN 2025.
Perdana Menteri Amwar Ibrahim menyetujui usulan Perdana Menteri Pham Minh Chinh dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan koordinasi erat Vietnam dengan Malaysia selama tahun Kepemimpinan ASEAN-nya.
Pada kesempatan ini, kedua pemimpin juga membahas sejumlah isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama dan menekankan kerja sama dengan negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kerja sama, solidaritas, dan peran sentral ASEAN.
Nhandan.vn
Sumber: https://nhandan.vn/tao-xung-luc-moi-dua-quan-he-doi-tac-chien-luoc-viet-nammalaysia-ngay-cang-sau-sac-hon-post892059.html
Komentar (0)