Pada dini hari tanggal 22 Januari, Newcastle United dengan mudah mengalahkan PSV Eindhoven 3-0 untuk semakin mendekati babak gugur Liga Champions, tetapi di balik kemenangan itu terdapat catatan suram: Elanga. Pemain yang didatangkan dengan harga £55 juta itu sejauh ini menjadi kekecewaan besar bagi The Magpies.
Setelah 28 penampilan di semua kompetisi musim ini, Elanga belum mencetak gol. Bagi seorang pemain menyerang yang diharapkan membawa kecepatan, ketidakpastian, dan efisiensi, itu sangat mengkhawatirkan. Newcastle menghabiskan uang untuk mendatangkan Elanga dengan harapan dia akan menjadi bagian penting dalam upaya mereka meraih tiket ke kompetisi Eropa, tetapi kenyataannya justru sebaliknya.
Ketika Eddie Howe memasukkan Elanga di 20 menit terakhir melawan PSV, gelandang itu tidak memberikan perbedaan yang signifikan. Dia melakukan satu serangan balik di sayap kiri dan menembak melewati mistar gawang, konsisten dengan kurangnya kepercayaan diri yang telah menghantui Elanga sepanjang musim. Namun, fokus sebenarnya datang dari tribun penonton.
Di menit-menit terakhir, para penggemar Newcastle meneriakkan nama Elanga secara serempak. Itu adalah wujud dukungan yang jelas untuk pemain yang performanya sedang menurun. Sebelum pertandingan, Eddie Howe sendiri telah mendesak para penggemar untuk "menunjukkan kasih sayang kepada Elanga," dan para penonton merespons dengan cara yang sangat manusiawi.
Sorak sorai menunjukkan bahwa Elanga belum ditinggalkan. Namun bagi mantan pemain Manchester United itu, musim ini secara bertahap berubah menjadi bencana. Sementara Joelinton, Wissa, Gordon, dan Barnes secara konsisten mencetak gol dan menentukan pertandingan, Elanga masih kesulitan menemukan performa terbaiknya.
Dan jika keadaan tidak segera berubah, tepuk tangan simpatik hari ini bisa dengan cepat digantikan oleh pertanyaan besar tentang masa depannya di St James' Park.
Sumber: https://znews.vn/tham-hoa-anthony-elanga-post1621681.html






Komentar (0)