Setelah kekalahan 1-2 dari Newcastle di kandang sendiri pada putaran ke-26 Liga Premier, Tottenham berada dalam krisis performa, membuat risiko degradasi semakin nyata.
Kekalahan ini menandai kekalahan ke-15 Tottenham di bawah manajer Thomas Frank. Statistik menunjukkan bahwa ahli strategi asal Denmark ini memiliki tingkat kemenangan terendah di antara para manajer Tottenham di era Premier League, yaitu 27%.
Dalam 16 pertandingan liga terakhir mereka, Spurs hanya berhasil meraih dua kemenangan, sebuah rekor yang jelas mencerminkan penurunan performa tim secara keseluruhan.
Dengan hanya sekitar 10 putaran tersisa di musim 2025/26, Tottenham terperosok ke zona degradasi, bahkan dianggap lebih rentan terhadap degradasi daripada beberapa tim promosi baru seperti Leeds atau Sunderland. Ini adalah skenario yang sulit dipercaya bagi sebuah klub yang dulunya secara rutin bersaing untuk memperebutkan tempat di Liga Champions.
![]() |
Tottenham menampilkan performa yang kurang memuaskan. Foto: Reuters . |
Salah satu alasan Tottenham menghadapi risiko degradasi adalah kemajuan para pesaing langsung mereka. West Ham, di bawah kepemimpinan manajer Nuno Santo, menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang kuat. Dalam enam putaran terakhir, tim tersebut telah mengumpulkan 10 poin dan bermain dengan semangat tim yang hebat.
Sementara itu, Tottenham kekurangan stabilitas dan kepercayaan diri. Skuad yang melemah karena cedera, penurunan performa dari banyak pemain kunci, dan kurangnya semangat juang menyebabkan mereka terus-menerus kehilangan poin.
"Tottenham sedang menghadapi perjuangan menghindari degradasi. Tim ini kurang percaya diri. Mereka juga tidak memiliki pemain bintang yang mampu membalikkan keadaan," komentar komentator Sky Sports, Michael Bridge.
Biasanya, 40 poin adalah ambang batas yang dibutuhkan klub-klub Premier League untuk menghindari degradasi. Saat ini, Tottenham hanya memiliki 29 poin. Sky Sports menyatakan bahwa jika mereka terus tampil buruk, mencapai 40 poin akan menjadi target yang sulit bagi Tottenham.
Dari tim yang pernah bersaing untuk finis di empat besar, Tottenham kini menghadapi risiko degradasi ke Championship. Jika mereka tidak segera memperbaiki performa mereka di tahap akhir musim yang krusial, prospek degradasi bisa jadi benar-benar menjadi kenyataan bagi klub London tersebut.
Sumber: https://znews.vn/tham-hoa-ap-den-voi-tottenham-post1627065.html








Komentar (0)