![]() |
Penampilan Mastantuono menuai kontroversi. |
Pada dini hari tanggal 21 Januari, Mastantuono mencetak satu gol dalam kemenangan Real Madrid 6-1 atas Monaco di Fase Liga Champions. Ini adalah gol kedua gelandang tersebut untuk "Los Blancos" hanya dalam tiga pertandingan terakhir.
Setelah pertandingan, Mastantuono mengakui menghadapi kritik keras dari media dan sebagian penggemar karena kontribusinya yang terbatas untuk Real Madrid dalam beberapa waktu terakhir.
“Saya mengerti kritik adalah hal yang tak terhindarkan di Real Madrid. Tetapi ketika kritik itu bersifat jahat, sangat sulit untuk menerimanya. Beberapa orang mengatakan saya adalah bencana, rekrutan terburuk dalam sejarah klub. Saya tidak berpikir saya adalah Leo Messi, tetapi saya juga bukan rekrutan yang buruk,” ungkap pemain muda itu.
![]() |
Mastantuono tampil gemilang melawan Monaco. Foto: Reuters . |
Di semua kompetisi, Mastantuono hanya mencetak 3 gol untuk Real Madrid. Gelandang tersebut belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi meskipun didatangkan klub dengan biaya hingga 60 juta euro. Cedera juga memperlambat proses adaptasi Mastantuono di Bernabeu.
“Real Madrid adalah klub yang sangat menuntut, di mana Anda selalu harus tampil sebaik mungkin. Tekanan dan pengawasan tidak dapat dihindari. Hari ini, saya merasa lebih percaya diri untuk mengekspresikan diri dan yakin saya dapat membantu tim dengan cara itu,” tambahnya.
Menurut AS , alih-alih membiarkan Mastantuono pergi pada jendela transfer Januari, Real Madrid tetap bersabar dengan bintang muda tersebut. Raksasa Spanyol itu tidak menuntutnya untuk langsung bersinar, tetapi memprioritaskan untuk mempertahankan Mastantuono di tim utama agar ia dapat terus berlatih dan beradaptasi dengan gaya permainan Eropa.
Sumber: https://znews.vn/than-dong-real-madrid-bi-gan-mac-tham-hoa-post1621614.html








Komentar (0)