Terletak sekitar 30 km dari Kota Cao Bang , komune Phuc Sen bukan hanya desa yang damai yang terletak di tengah pegunungan yang menjulang tinggi, tetapi juga "desa pembuat pisau" yang terkenal di seluruh wilayah Timur Laut. Selama ratusan tahun, penduduk di sini telah terhubung erat dengan tungku, palu besi, dan batang baja panas, menempa pisau yang tajam dan tahan lama untuk melayani produksi dan kehidupan sehari-hari masyarakat pegunungan.

Suara palu dan landasan besi bergema dengan jelas di suasana tenang bengkel pembuatan pisau di Phuc Sen. Suara palu dan landasan besi bergema dengan jelas di suasana tenang bengkel pembuatan pisau di Phuc Sen.

Kerajinan pembuatan pisau di Phuc Sen sebagian besar diwariskan dari generasi ke generasi oleh kelompok etnis Nung An. Tanpa mesin modern, semuanya dilakukan secara manual dengan keterampilan dan pengalaman yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Setiap pisau, sabit, parang, dan lain-lain yang ditempa bukan hanya sekadar alat, tetapi juga mewujudkan semangat, budaya, dan kebanggaan komunitas.

Masyarakat Phuc Sen memilih baja dari pegas mobil bekas sebagai bahan baku mereka – sebuah "produk limbah yang dibuang" – tetapi melalui tangan-tangan terampil para pandai besi mereka, baja tersebut diberi kehidupan baru. Proses pembuatan pisau melibatkan banyak langkah yang teliti: pemanasan, penempaan, pencetakan, penggerindaan, dan perakitan gagang... Setiap langkah membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan kepekaan yang tajam terhadap api dan baja. Beberapa pandai besi tidak membutuhkan jam tangan atau termometer; mereka dapat mengetahui kapan saatnya menempa pisau untuk mencapai kekerasan dan kelenturan yang diinginkan hanya dengan melihat bara api yang menyala.