Pada tanggal 9 November, Dr. Le Quang Tri, Wakil Direktur Rumah Sakit Militer 175 (Kota Ho Chi Minh), mengumumkan bahwa dalam rangka memperingati Hari Guru Vietnam (20 November), rumah sakit tersebut menyelenggarakan program "Pemeriksaan, konsultasi, dan skrining hipotiroidisme gratis untuk individu berisiko tinggi," termasuk guru di enam kelurahan Kota Ho Chi Minh (dahulu distrik Go Vap) dan kerabat serta anggota keluarga staf rumah sakit.
Sejak pagi buta, ratusan guru hadir di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan, pengukuran denyut nadi dan tekanan darah, tes darah dan USG, serta konsultasi langsung dengan dokter. Mereka yang ditemukan memiliki kelainan akan menerima biopsi aspirasi jarum halus secara gratis. Program ini diharapkan dapat memeriksa sekitar 600 orang.

Sejak pagi buta, ratusan guru dari berbagai sekolah di bekas distrik Go Vap berkumpul di Rumah Sakit Militer 175 untuk mengantre pemeriksaan.
Ibu Nguyen Thuy Bao Tran, seorang guru di Sekolah Dasar Nguyen Thuong Hien (Kelurahan Hanh Thong), mengatakan bahwa sebelum pemeriksaan, ia merasa khawatir karena banyak orang mengatakan mata yang sedikit menonjol bisa menandakan masalah tiroid. Namun, setelah menerima hasil dan saran dari dokter, ia merasa lebih tenang.

Ibu Nguyen Thuy Bao Tran, seorang guru di Sekolah Dasar Nguyen Thuong Hien (mengenakan kemeja hitam), menerima konsultasi dan hasil pemeriksaan dari dokter.
"Sebelum menjalani pemeriksaan, saya sedikit khawatir karena ada yang berkomentar bahwa mata saya terlihat agak menonjol, dan saya takut mungkin saya memiliki masalah tiroid. Tetapi setelah tes darah, USG, dan konsultasi dengan dokter, hasilnya semuanya normal, jadi saya sangat senang. Ini adalah kegiatan yang sangat bermakna, membantu para guru lebih memperhatikan kesehatan mereka sendiri," ujar Ibu Tran.
Senada dengan pendapat tersebut, Ibu Nguyen Thi Kim Xuyen, seorang guru di Sekolah Menengah Go Vap, mengungkapkan kegembiraannya atas perhatian yang diberikan oleh rumah sakit. "Semua orang sudah sering ke dokter, tetapi ini pertama kalinya rumah sakit menyelenggarakan program apresiasi khusus bagi para guru untuk melakukan pemeriksaan penyakit tiroid. Saya merasa sangat senang dan bersyukur. Rumah sakit menyambut kami dengan hangat dan antusias mulai dari pendaftaran awal dan USG hingga tes darah. Semua staf ceria dan ramah, membuat kami merasa diperhatikan dan dihargai," kata Ibu Xuyen.

Denyut nadi dan tekanan darah para guru diukur sebelum menjalani USG dan tes lainnya.
Menurut Dr. Tri, program ini tidak hanya mengungkapkan rasa terima kasih tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit tiroid, mendorong orang untuk secara proaktif menjalani pemeriksaan kesehatan rutin untuk deteksi dini dan pengobatan yang efektif.

Guru yang datang untuk pemeriksaan akan diukur denyut nadi dan tekanan darahnya, dilakukan tes darah, pemeriksaan USG, serta akan menerima pemeriksaan dan konsultasi mengenai hasilnya.
Dr. Tri menambahkan bahwa, menurut beberapa penelitian di seluruh dunia dan di dalam negeri, prevalensi hipotiroidisme dapat bervariasi dari 3-15% tergantung pada wilayah dan kelompok usia. Sebuah penelitian terbaru dari India menunjukkan bahwa prevalensi rata-rata hipotiroidisme lebih dari 10%.
Di Vietnam, lebih dari 4,6 dari setiap 100 orang menderita hipotiroidisme. Angka ini tidak dapat diabaikan, dan sangat bervariasi menurut kelompok usia, dengan orang dewasa yang lebih tua lebih banyak terkena dampaknya, dan wanita lebih banyak terkena dampaknya daripada pria. Studi terbaru menunjukkan bahwa hipotiroidisme bukanlah hal yang jarang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, pemeriksaan penyakit tiroid, termasuk hipotiroidisme, sangat penting dalam kehidupan.
Hipotiroidisme memiliki dua bentuk: hipotiroidisme klinis (ditandai dengan kelelahan, kehilangan ingatan, gangguan tidur, depresi, dan penurunan kadar hormon tiroid yang signifikan) dan hipotiroidisme subklinis (asimptomatik, hanya terdeteksi melalui tes laboratorium. Bentuk ini lebih umum daripada hipotiroidisme klinis). Oleh karena itu, pemeriksaan dan menjaga pola makan serta gaya hidup sehat sangat penting.
Untuk mencegah hal ini, Dr. Tri merekomendasikan agar selain garam beryodium, yodium, selenium, dan seng juga dikonsumsi dari makanan alami seperti makanan laut, telur, susu, dan sereal. Pola makan seimbang sangat penting, karena kekurangan maupun kelebihan dapat memengaruhi kelenjar tiroid.
Dr. Tri juga menekankan bahwa gaya hidup perkotaan saat ini, dengan kebiasaan begadang, kebiasaan makan yang tidak teratur, dan kurangnya olahraga, menyebabkan banyak orang, terutama kaum muda, menderita penyakit yang sebelumnya hanya menyerang orang dewasa yang lebih tua, seperti penyakit kardiovaskular, stroke, dan gagal ginjal. Pemeriksaan rutin dan menjaga gaya hidup sehat adalah kunci untuk perlindungan kesehatan jangka panjang.
Sumber: https://nld.com.vn/benh-vien-kham-tam-soat-mien-phi-tuyen-giap-cho-hon-600-giao-vien-nhan-dip-20-11-196251109121558328.htm






Komentar (0)