|
Eduardo Camavinga diusir dari lapangan dalam pertandingan melawan Bayern. |
Pada menit ke-85 di Allianz Arena, Eduardo Camavinga menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran dan mencoba menggiring bola. Wasit Slavko Vincic menganggap gelandang Prancis itu sengaja mengulur waktu dan mengeluarkan kartu tersebut, yang mengakibatkan pengusirannya. Keputusan ini langsung memicu kontroversi.
Pakar wasit Iturralde Gonzalez berpendapat bahwa penalti tersebut terlalu keras. Ia berpendapat bahwa Camavinga seharusnya tidak bertindak seperti itu, tetapi di level Liga Champions, situasi seperti itu seharusnya tidak berujung pada kartu kuning kedua.
Kartu merah ini adalah momen paling kontroversial dalam pertandingan yang sudah penuh kontroversi. Sejak menit ke-6, gol peny equalizer Aleksandar Pavlovic memicu protes dari Andriy Lunin, yang mengklaim dirinya dilanggar di dalam kotak penalti. Namun, tayangan ulang menunjukkan Pavlovic hampir tidak memberikan dampak signifikan, dan wasit tidak memberikan penalti.
Pada menit ke-22, Ferland Mendy terjatuh di area penalti saat berhadapan dengan Jonathan Tah, tetapi Slavko Vincic membiarkan pertandingan berlanjut. Kemudian, pada menit ke-40, Eder Militao melakukan pelanggaran keras terhadap Harry Kane dan menerima kartu kuning, keputusan yang dianggap tepat.
Di babak kedua, kontroversi tidak berhenti. Pada menit ke-53, Militao mengklaim dirinya disikut oleh Kane, tetapi insiden tersebut dinyatakan hanya sebagai benturan ringan. Kemudian, Jamal Musiala mengayunkan lengannya dan mengenai Arda Güler, tetapi ia juga tidak dihukum.
Dalam insiden yang berujung pada gol Kylian Mbappe, Joshua Kimmich terjatuh dan mengklaim dirinya dilanggar, tetapi VAR tidak turun tangan karena pemain Jerman itu tidak terlibat langsung dalam insiden tersebut.
Namun, semua kontroversi pada akhirnya berpusat pada kartu merah Camavinga. Dalam pertandingan penting di mana setiap keputusan dapat mengubah jalannya pertandingan, pengusiran dirinya karena membawa bola dianggap tidak meyakinkan.
Keputusan Vincic pun menjadi titik fokus, bahkan menutupi jalannya pertandingan profesional di lapangan. Terutama, setelah Camavinga meninggalkan lapangan, Bayern mencetak dua gol beruntun melalui Luis Diaz dan Michael Olise, mengamankan kemenangan 4-3.
Setelah dua leg, Bayern melaju ke semifinal dengan agregat skor 6-4. Lawan mereka adalah PSG.
Sumber: https://znews.vn/the-do-cua-camavinga-gay-bao-post1643942.html







Komentar (0)