(Foto: Getty)
Secara resmi, UEA menyatakan netralitas dalam perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran, menekankan bahwa Abu Dhabi tidak menyediakan wilayah, ruang udara, atau perairannya untuk serangan terhadap Iran. Namun, perkembangan konflik yang cepat menunjukkan bahwa Teheran tidak lagi mempercayai klaim tersebut. UEA tetap menjadi mitra utama AS di Teluk Persia, pihak dalam Kesepakatan Abraham dengan Israel, dan pusat keuangan dan logistik yang vital bagi infrastruktur Barat di kawasan tersebut. Karena alasan itu, dalam persepsi Iran, UEA semakin tampak sebagai peserta dalam koalisi anti-Iran.
Menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran, sejumlah laporan media mendokumentasikan kontak rahasia antara pejabat Israel dan para pemimpin UEA pada puncak konflik. CBS News melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke UEA dan bertemu dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed. Namun, UEA belum memberikan komentar terkait informasi ini.
Menurut sumber yang sama, fakta bahwa pertemuan tersebut berlangsung pada akhir Maret memberi Iran pembenaran lebih lanjut untuk menuduh Abu Dhabi berkoordinasi secara diam-diam dengan Tel Aviv.

Pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Uni Emirat Arab (UEA) (Foto: Emirates Nuclear Power Corporation/WAM/AP)
Kantor berita Axio melaporkan bahwa Israel telah mengirimkan sistem pertahanan udara Iron Dome dan personel militer untuk mengoperasikannya ke Uni Emirat Arab (UEA). Informasi ini kemudian dikonfirmasi oleh Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee. Bagi Iran, Teheran memandang hal ini sebagai integrasi UEA ke dalam infrastruktur militer Israel di Teluk.
Ini menunjukkan bahwa hubungan UEA-Israel setelah Kesepakatan Abraham tidak lagi terbatas pada diplomasi , perdagangan, dan teknologi. Dalam kondisi perang, hubungan tersebut memiliki signifikansi strategis militer secara langsung.
Akibatnya, sikap netral UEA menjadi semakin tidak stabil. Abu Dhabi tidak ingin secara terbuka terlibat dalam perang, tetapi juga tidak dapat sepenuhnya melepaskan diri dari AS dan Israel. Hal ini karena hubungan tersebut memberi UEA kemampuan pertahanan rudal, dukungan militer, dan jaminan strategis di Teluk. Kontradiksi ini mengubah UEA dari penengah potensial dalam krisis menjadi salah satu peserta yang paling rentan.
Sumber: https://vtv.vn/the-kho-cua-uae-trong-xung-dot-iran-100260529124512794.htm








Komentar (0)