Pada 24 Mei, Fox News melaporkan bahwa Teheran pada prinsipnya telah menyetujui perjanjian kerangka kerja, dan kesepakatan tersebut telah 95% selesai. "Kami telah mencapai kesepakatan tentang persenjataan nuklir dan Selat Hormuz, tetapi kami sedang menegosiasikan redaksinya. Kami belum mencapai kesepakatan. Kami tidak akan menandatangani perjanjian itu hari ini atau besok," kata sebuah sumber seperti dikutip Fox News.
Menurut para pejabat yang berbicara kepada Fox News, Presiden AS Donald Trump "cenderung memberi Iran waktu lima, enam, atau tujuh hari lagi" untuk menyelesaikan kesepakatan. Jika Washington gagal mencapai kesepakatan yang menguntungkan, militer AS dapat melanjutkan pengeboman terhadap Iran.

AS dan Iran masih dalam proses mencari titik temu di meja perundingan. (Foto: NYTIMES)
Pejabat itu juga menegaskan bahwa kebijakan "Tidak ada dampak radioaktif, tidak ada USD" adalah prinsip utama negosiasi. Ia juga mengungkapkan bahwa Iran "pada prinsipnya telah menyetujui perjanjian kerangka kerja dan kami telah menyelesaikan 95% dari proses tersebut."
Pada intinya, AS menuntut agar Iran meninggalkan dan menyerahkan semua material nuklir atau uranium yang diperkaya sebelum AS mencabut sanksi dan melepaskan aset yang dibekukan ke Teheran.
"Kami tentu tidak akan menerima kesepakatan yang buruk. Kami memiliki pilihan dan dapat melanjutkan serangan militer jika tidak tercapai kesepakatan," kata pejabat itu.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menekankan bahwa pemerintahan AS tidak mengesampingkan kemungkinan untuk melanjutkan kampanye melawan Iran jika tujuannya tidak tercapai melalui negosiasi dengan Teheran.
"Presiden Trump ingin memastikan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Dia ingin menyelesaikan masalah ini melalui negosiasi diplomatik , dan kami akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk melakukannya," kata Rubio.
Pada saat yang sama, Presiden Trump menginstruksikan para negosiator untuk "tidak terburu-buru mencapai kesepakatan" dan menekankan bahwa "waktu ada di pihak kita."
Ia menulis di platform media sosial Truth Social bahwa blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz “tetap berlaku sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani.” “Kedua belah pihak harus meluangkan waktu dan menyelesaikan semuanya dengan benar,” kata Trump.
Saat ini, pemerintah Iran belum segera menanggapi pernyataan Trump. Namun, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa AS masih menghalangi beberapa ketentuan dari potensi kesepakatan tersebut, termasuk tuntutan Teheran untuk pencairan dana yang dibekukan.
Sumber: https://vtcnews.vn/thoa-thuan-khung-giua-my-va-iran-hoan-thanh-95-ar1019811.html











Komentar (0)