Berjalan kaki adalah salah satu bentuk olahraga yang paling mudah. Menurut China Times, pakar keamanan pangan Wayne (Taiwan, Tiongkok) menyatakan bahwa sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA), yang dilakukan oleh Universitas Pittsburgh (AS), menemukan bahwa berjalan kaki dapat memperpanjang umur, dengan kecepatan berjalan kaki berhubungan langsung dengan umur panjang.
Oleh karena itu, penelitian ini mensintesis data dari sembilan kelompok penelitian generasi yang berbeda, melacak hubungan jangka panjang antara kebiasaan gaya hidup dan umur panjang pada 34.485 orang dewasa lanjut usia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan berjalan dan umur rata-rata memiliki hubungan dosis-ke-dosis; semakin cepat Anda berjalan, semakin panjang umur rata-rata Anda.
Secara spesifik, penelitian ini membagi peserta menjadi tiga kelompok berdasarkan kecepatan berjalan:
- Kelompok yang bergerak lambat (sekitar 0,72 km/jam): Harapan hidup rata-rata 74 tahun.
- Kelompok yang melakukan perjalanan dengan kecepatan rata-rata (sekitar 2,88 km/jam): Harapan hidup rata-rata 80 tahun.
- Kelompok yang bergerak cepat (sekitar 5,76 km/jam): Harapan hidup rata-rata 95 tahun.
Ini berarti para pejalan kaki tercepat hidup rata-rata 21 tahun lebih lama daripada para pejalan kaki paling lambat.
![]() |
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berjalan cepat hidup lebih lama daripada orang yang berjalan lambat. Foto: Shutterstock. |
Namun, Wayne mengatakan bahwa sekadar mengetahui "Anda perlu berjalan sedikit lebih cepat" saja tidak cukup. Berikut tiga prinsip utama agar berjalan kaki benar-benar efektif untuk kesehatan dan umur panjang Anda.
Tujuannya adalah untuk berjalan dengan intensitas sedang.
Berjalan dengan benar bukan hanya tentang menghitung jumlah langkah. Penelitian menunjukkan bahwa pejalan kaki tercepat memiliki umur rata-rata hingga 95 tahun, sementara pejalan kaki yang lebih lambat hidup hingga sekitar 74 tahun – selisih lebih dari 20 tahun, dan perbedaannya terletak pada intensitas olahraga.
Menurut Wayne, kriteria sederhana untuk menentukan intensitas yang tepat adalah: "berjalan dengan napas tersengal-sengal, masih bisa berbicara tetapi tidak mampu mengucapkan kalimat panjang sekaligus." Ini setara dengan sekitar 5-6 km/jam, jauh lebih cepat daripada berjalan biasa.
Berjalanlah selama 20-30 menit setiap hari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu. Ini setara dengan sekitar 7.000 langkah per hari, sebuah target yang realistis; setelah mencapai 10.000 langkah, manfaat kesehatannya akan melambat.
Bagi lansia, sekitar 6.000 langkah sehari saja sudah dapat memberikan efek yang nyata. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap berjalan kaki setidaknya 20-30 menit setiap hari.
Waktu yang ideal adalah 30-60 menit setelah makan.
Sekitar 30-60 menit setelah makan adalah saat kadar gula darah mencapai puncaknya, menjadikannya "jam emas" untuk berjalan cepat. Berolahraga pada waktu ini membantu tubuh membakar glukosa secara langsung, sehingga mendukung penurunan gula darah, penurunan trigliserida, dan stabilisasi tekanan darah secara bersamaan. Kebiasaan sederhana dengan banyak manfaat untuk kesehatan kardiovaskular dan metabolisme.
Menurut pakar Wayne, Anda tidak perlu berjalan terlalu lama setiap hari; cukup berjalan dengan kecepatan yang tepat, dalam jangka waktu yang tepat, dan pada waktu yang tepat akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih nyata dan berkontribusi pada umur panjang.
Selain itu, menurut Mayo Clinic, ada beberapa poin dasar yang perlu dipertimbangkan saat berjalan kaki untuk mendapatkan hasil optimal:
- Jaga postur tubuh yang benar: Saat berjalan, jaga punggung tetap lurus, mata melihat ke depan, dan bahu rileks. Postur yang benar membantu mengurangi nyeri punggung dan ketegangan leher. Mempertahankan postur yang benar meningkatkan efisiensi gerakan dan mengurangi risiko cedera.
- Berjalanlah secara alami, mendaratlah dengan benar: Mendaratlah di tumit Anda, lalu putar kaki Anda ke arah jari-jari kaki. Berjalanlah dengan mantap, tanpa mengambil langkah yang terlalu panjang untuk menghindari tekanan pada persendian Anda.
- Pilih sepatu dan pakaian yang tepat: Kenakan sepatu yang nyaman dan pas, serta pilih pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
- Jangan lupa melakukan peregangan saat pemanasan dan pendinginan: Pemanasan ringan sebelum memulai, dan peregangan ringan setelah selesai, disarankan untuk meminimalkan risiko cedera.
Sumber: https://znews.vn/di-bo-nhanh-giup-song-tho-hon-post1654120.html









Komentar (0)