
ILUSTRASI: TUAN ANH
Angin menerpa wajah pria yang diam itu.
Desa yang terluka itu terletak di sudut terpencil.
Ombak yang bergelombang itu hanyut menuju tempat yang aman.
Angin itu merobek dirinya sendiri dalam reaksi tanpa suara.
Kemudian bunga-bunga akan bermekaran di permukaan yang damai.
Senyum muncul dari hujan abadi.
Napas mengepul dari hutan yang rimbun.
Tatapannya mengungkapkan simpati yang lembut.
Kamu seharusnya normal, seperti saat kamu dilahirkan.
Mata tertuju pada alunan lagu pengantar tidur keibuan.
Dahi tempat bersemayamnya pagi-pagi yang tak terhitung jumlahnya.
Rambut selembut tuts piano di masa lalu.
Kamu sebaiknya menyendiri, seperti saat kamu hamil.
Mengenali ibu melalui napas yang kabur.
Saat tangan menggenggam pangkal tali pusar.
Dalam mimpiku, sungai itu membentang hingga ke cakrawala.
Aku butuh ketenangan sebuah halaman.
Musim liburan ini menghilangkan rasa dendam dan kekhawatiran tentang makanan dan pakaian.
Di jaring laba-laba tua yang berisik yang terbentang di sepanjang pagar tanaman.
Kesendirian saja sudah cukup untuk mengungkapkan kerinduan yang tak terbatas.
Sumber: https://thanhnien.vn/tinh-lang-tho-cua-bach-my-185260117164512426.htm






Komentar (0)