Vinicius belum menunjukkan performa yang konsisten. |
Berbicara di Movistar , Canizares menyatakan bahwa Vinicius belum mempertahankan performa yang sesuai dengan status dan gajinya selama dua tahun terakhir. Lebih jauh lagi, pemain tersebut terlibat dalam berbagai kontroversi di luar lapangan, yang memengaruhi citra Real Madrid.
"Dia belum memberikan nilai yang saya harapkan. Jika ada tawaran yang masuk akal, saya akan menjualnya," tegas mantan kiper Spanyol itu.
Selain performa, Canizares juga mempertanyakan kesesuaian Vinicius untuk sistem taktik yang berpusat pada Kylian Mbappe. Menurutnya, tumpang tindih gaya bermain dapat menyulitkan Real Madrid untuk mengoptimalkan potensi serangan mereka.
Namun, ia mengakui bahwa menjual pemain sekaliber Vinicius bukanlah hal yang mudah. "Mudah untuk mengatakan 'jual,' tetapi Anda membutuhkan pembeli. Seperti Rodrygo, Real pernah mematok harganya 70-80 juta euro, tetapi tidak ada tawaran yang sesuai. Dalam hal ini, mempertahankannya dan menunggu hingga ia kembali ke performa terbaiknya adalah pilihan yang lebih masuk akal," analisis Canizares.
Selain membahas para pemain di lapangan, Canizares juga menyinggung staf pelatih. Ia menyarankan bahwa Alvaro Arbeloa memiliki sedikit peluang untuk terus memimpin tim karena kurangnya prestasi yang menonjol dan fondasi yang cukup kokoh.
Komentar pedas Canizares menyoroti tekanan besar untuk melakukan reformasi yang semakin meningkat pada Real Madrid setelah musim tanpa trofi yang mengecewakan.
Setelah menyelesaikan pertandingan perempat final Liga Champions, Real Madrid kalah dari Bayern Munich dengan agregat 4-6. Pada leg pertama, mereka menderita kekalahan 1-2 di stadion kandang mereka, Santiago Bernabeu. Bagi Real Madrid, musim tanpa trofi tampaknya sudah di depan mata.
Sumber: https://znews.vn/toi-luc-real-ban-vinicius-post1644094.html






Komentar (0)