

Di platform media sosial X, Tedros menegaskan bahwa rakyat Kongo tidak sendirian dan berjanji bahwa WHO dan Perserikatan Bangsa-Bangsa akan melakukan segala upaya untuk mendukung negara tersebut dalam mengatasi wabah ini.
Menurut WHO, wabah saat ini disebabkan oleh strain Ebola Bundibugyo, yang saat ini belum ada vaksin atau pengobatan khusus. Wabah ini telah mengakibatkan sekitar 220 kematian yang diduga dan sekitar 900 kasus yang dikonfirmasi. Virus ini juga telah menyebar ke Uganda, dengan 7 kasus yang diduga.
WHO meyakini bahwa skala sebenarnya dari wabah ini mungkin jauh lebih besar karena virus tersebut telah menyebar secara diam-diam di masyarakat untuk waktu yang lama sebelum terdeteksi. Menghadapi risiko penyebaran lebih lanjut, Uganda untuk sementara menutup perbatasannya dengan Kongo.
Jean Kaseya, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), mengatakan bahwa vaksin dan pengobatan untuk strain Bundibugyo dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/tong-giam-doc-who-den-chdc-congo-thi-sat-cong-tac-chong-dich-ebola-post854930.html










Komentar (0)