Laporan setebal 291 halaman oleh tiga komite DPR AS menuduh bahwa Biden menggunakan pengaruhnya untuk memperkaya diri sendiri dan anggota keluarganya melalui kesepakatan bisnis asing yang dimulai pada tahun 2014, ketika ia menjabat sebagai wakil presiden, menurut Reuters.
“Komite-komite tersebut menyampaikan laporan ini kepada DPR untuk dinilai dan dipertimbangkan langkah selanjutnya yang tepat,” demikian bunyi laporan tersebut.
Presiden AS Joe Biden di Hagerstown, Maryland (AS) pada 16 Agustus.
Menurut penyidik DPR AS, Biden menggunakan pengaruhnya untuk memengaruhi putranya, Hunter Biden, dalam urusan bisnis dengan mitra di Ukraina, Tiongkok, Rusia, dan beberapa negara lainnya. Belum ada informasi mengenai reaksi Biden.
Hunter Biden telah dihukum karena berbohong tentang penggunaan narkoba ilegal untuk membeli senjata dan sedang menunggu persidangan atas tuduhan penggelapan pajak, termasuk tuduhan bahwa ia menerima uang dari seorang pengusaha Rumania yang berusaha memengaruhi lembaga pemerintah AS yang terlibat dalam penyelidikan kriminal di Rumania, menurut Reuters.
Tidak jelas apakah Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson akan menjadwalkan pemungutan suara untuk memakzulkan Biden pada minggu-minggu sebelum pemilihan presiden tanggal 5 November.
Bahkan jika DPR yang dikuasai Partai Republik meloloskan tindakan pemakzulan tersebut, kecil kemungkinan Presiden Biden akan dicopot dari jabatannya, sebab ia harus dinyatakan bersalah oleh Senat, yang dikuasai oleh Partai Demokratnya sendiri dengan margin 51-49.
Pemakzulan serupa oleh DPR AS terhadap pejabat tinggi Presiden Biden, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas, dengan cepat diblokir oleh Senat AS pada bulan April, menurut Reuters.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/tong-thong-biden-dung-truoc-nguy-co-bi-luan-toi-185240819175405399.htm
Komentar (0)