
Presiden Serbia Aleksandar Vucic. Foto: Newukraine
Berbicara kepada wartawan selama kunjungannya ke Beijing, Vucic mengatakan masa jabatannya sebagai presiden akan segera berakhir dan tidak mengesampingkan kemungkinan untuk meninggalkan jabatannya lebih cepat dari yang diharapkan. Pemimpin Serbia itu mengatakan, "Saya mungkin akan segera mengundurkan diri," tetapi tidak menyebutkan jangka waktu atau alasan langsung untuk kemungkinan ini.
Namun, Vucic menekankan bahwa ia tidak akan mengulangi langkah mantan Presiden Serbia Boris Tadic, yang mengundurkan diri pada tahun 2012 sekitar 10 bulan sebelum masa jabatannya berakhir untuk mengadakan pemilihan presiden dan parlemen secara bersamaan guna memperkuat posisi partai yang berkuasa saat itu.
Pernyataan Vucic dianggap sebagai langkah penting dalam konteks lanskap politik regional yang bergejolak, di mana para pemimpin nasional terus-menerus menghadapi tekanan dari opini publik dan tantangan internal.

Protes di Serbia. Foto: Bernama
Terkait protes di Serbia, Presiden Vucic menyatakan bahwa pawai di Lapangan Slavija pada 24 Mei tidak memiliki "tujuan yang jelas" dan menilai skala protes tersebut tidak sebesar yang dilaporkan beberapa media. Menurut badan keamanan Serbia, jumlah peserta diperkirakan antara 30.500 dan 34.300 orang. Pemerintah Serbia kemudian menggunakan perkiraan tertinggi dalam laporan resminya.
Vucic juga menuduh penyelenggara protes bertanggung jawab atas insiden ricuh yang terjadi setelah unjuk rasa berakhir. Sementara itu, Partai Progresif Serbia (SNS) yang berkuasa, dipimpin oleh Vucic, mengumumkan akan mengadakan unjuk rasa terpisah dari tanggal 26 hingga 28 Juni.
Pihak oposisi dan sejumlah organisasi masyarakat sipil menuduh pemerintah Serbia melakukan korupsi dan salah urus. Pada Agustus 2025, protes tersebut meningkat menjadi bentrokan dengan pasukan keamanan, yang mengakibatkan beberapa petugas polisi terluka dan puluhan lainnya ditangkap.
Le Ha.
Sumber: Newukraine
Sumber: https://baothanhhoa.vn/tong-thong-serbia-he-lo-kha-nang-tu-chuc-288824.htm







Komentar (0)