Selain memberikan pengetahuan, banyak sekolah di provinsi ini berupaya membekali siswa dengan keterampilan hidup yang aman, membantu mereka belajar bagaimana melindungi diri sendiri dan membantu orang lain dalam situasi yang tidak terduga atau darurat.

Di Sekolah Dasar dan Menengah Nhat Quang (Komune Tien Tien), pelajaran keselamatan kebakaran ekstrakurikuler telah memberikan banyak pelajaran mendalam bagi para siswa. Para siswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teoritis tentang pencegahan dan pemadaman kebakaran, tetapi mereka juga dibimbing secara detail oleh petugas dan tentara kepolisian Komune Tien tentang cara menggunakan alat pemadam kebakaran dan menangani keadaan darurat kebakaran. Melalui metode yang jelas dan visual, skenario simulasi, dan latihan keterampilan pemadaman kebakaran praktis, kepolisian Komune telah mengajarkan siswa keterampilan evakuasi penting jika terjadi kebakaran atau ledakan di rumah atau sekolah.
Bapak Pham Xuan Ha, Kepala Sekolah SD dan SMP Nhat Quang, mengatakan: "Baru-baru ini, banyak kebakaran terjadi di seluruh negeri, menyebabkan konsekuensi serius dalam hal nyawa manusia dan harta benda, sehingga menimbulkan peringatan mendesak tentang dampak dari insiden kebakaran. Oleh karena itu, setiap tahun, dewan pengelola sekolah, berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait, menyelenggarakan pelatihan keselamatan kebakaran untuk semua guru dan siswa. Selain itu, sekolah mengintegrasikan pengetahuan keselamatan kebakaran ke dalam berbagai mata pelajaran dan upacara pengibaran bendera. Setiap sesi pelatihan, setiap kegiatan tematik, atau setiap kegiatan pengalaman tentang keselamatan kebakaran tidak hanya merupakan pelajaran ekstrakurikuler yang bermanfaat tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan yang solid untuk kehidupan."
Untuk meningkatkan kesadaran dan membekali siswa dengan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan media sosial, pada awal April 2026, Sekolah Dasar dan Menengah Vu Hoa (Komune Hong Vu) menyelenggarakan lokakarya ekstrakurikuler dengan tema "Penggunaan Media Sosial yang Aman dan Cerdas" dan "Pencegahan dan Pemberantasan Kekerasan di Sekolah". Selama program tersebut, petugas kepolisian dari Komune Hong Vu secara langsung menyebarkan pengetahuan dasar kepada siswa tentang cara menggunakan media sosial dengan aman, hormat, dan bertanggung jawab. Konten tersebut berfokus pada identifikasi potensi risiko di dunia maya seperti penipuan, informasi berbahaya, dan pelanggaran privasi; cara melindungi informasi pribadi; perilaku yang tepat saat berpartisipasi di media sosial; dan cara memilih informasi positif dan bermanfaat untuk dibagikan. Selain itu, seorang ahli hukum dari Departemen Kehakiman membantu siswa mempelajari berbagai bentuk kekerasan di sekolah, penyebab dan akibatnya, serta keterampilan untuk mencegah, menghindari, dan menangani situasi ketika kekerasan di sekolah terjadi. Melalui drama pendek, skenario hipotetis, dan interaksi serta pertukaran langsung, para siswa dengan percaya diri berbagi pemikiran dan pendapat mereka, sehingga meningkatkan kesadaran akan membangun lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas kekerasan. Nguyen Thi Thanh Hue, seorang siswa kelas 9 dari Sekolah Dasar dan Menengah Vu Hoa (Komune Hong Vu), berbagi: "Cara petugas polisi menyampaikan informasi sangat menarik dan interaktif. Berpartisipasi dalam kuis menyenangkan dengan hadiah membantu saya dengan mudah memahami dan mengingat pengetahuan serta keterampilan untuk mencegah kekerasan di sekolah dan menggunakan media sosial dengan aman untuk melindungi diri saya dan orang-orang terkasih."
Pada tahun ajaran 2025-2026, provinsi ini memiliki lebih dari 1.200 lembaga pendidikan dari prasekolah hingga sekolah menengah atas dengan lebih dari 733.000 siswa. Selain menyelenggarakan mata pelajaran inti, 100% lembaga pendidikan di provinsi ini menyelenggarakan kegiatan untuk mempromosikan dan membimbing siswa dalam mengembangkan keterampilan hidup yang sesuai dengan setiap tingkatan kelas. Bentuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan keterampilan hidup yang aman sangat beragam, seperti: penyelenggaraan pertukaran, seminar, upacara pengibaran bendera mingguan, dan dramatisasi. Selain itu, sekolah secara rutin menyelenggarakan kompetisi daring berupa menjawab pertanyaan dan menulis esai tentang berbagai topik, yang menarik partisipasi siswa. Kegiatan-kegiatan ini membantu siswa mengakses pengetahuan dengan cara yang hidup dan menarik, sehingga lebih mudah diingat. Melalui pembelajaran sambil bermain dan bermain sambil belajar, keterampilan hidup yang aman tidak lagi menjadi pengetahuan teoritis yang kering tetapi menjadi pengalaman praktis yang terkait erat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sepanjang perjalanan mereka menuju kedewasaan, siswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan tetapi juga keterampilan untuk melindungi diri dari situasi yang tidak terduga. Melalui berbagai metode yang menarik, pendidikan keterampilan hidup di sekolah telah berkontribusi pada pembentukan generasi siswa yang tangguh, percaya diri, dan berwawasan luas. Untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar di bidang ini, selain upaya sekolah, diperlukan kerja sama dari orang tua dan masyarakat secara keseluruhan untuk membantu siswa secara bertahap meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman mereka tentang kehidupan, sehingga mendorong perkembangan pribadi mereka secara holistik.
Phuc Hung
Sumber: https://baohungyen.vn/trang-bi-ky-nang-song-an-toan-cho-hoc-sinh-3195294.html







Komentar (0)