Batuk adalah gejala umum pada anak-anak, terutama anak kecil. Batuk pada anak mungkin hanya merupakan tanda pilek biasa, tetapi juga dapat disebabkan oleh berbagai infeksi bakteri dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Batuk adalah refleks tubuh yang melindungi paru-paru dan saluran pernapasan ketika produk limbah atau zat penyebab menghalangi pernapasan. Batuk membantu mengeluarkan produk limbah seperti selaput lendir yang terkelupas, sel-sel mati, bakteri yang menyerang, nanah, dan kotoran pernapasan lainnya yang disebabkan oleh infeksi.
Batuk pada anak seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga. Banyak orang tua, setelah melihat anak mereka batuk, mengobati sendiri di rumah, yang dapat membahayakan anak.
Isi
- Merawat anak yang batuk di rumah.
- Berikan anak-anak banyak air minum dan beri mereka makanan yang mudah dicerna, enak, dan bergizi.
- Beberapa makanan tertentu sebaiknya dihindari.
- Kapan sebaiknya kita membawa anak kita ke dokter?
Merawat anak yang batuk di rumah.
Makanan sebaiknya dibagi menjadi porsi yang lebih kecil untuk menghindari anak-anak kesulitan makan, muntah, atau tersedak. Untuk bayi yang disusui, ibu dapat melanjutkan menyusui seperti biasa. Batuk dapat membuat anak kehilangan nafsu makan dan merasa lelah, dan jika dikombinasikan dengan sakit dan iritasi tenggorokan, mereka mungkin tidak mau makan.
- Jangan memasak makanan terlalu berair, karena ini tidak akan memberikan energi yang cukup bagi bayi.
- Anda sebaiknya melengkapi diet Anda dengan makanan yang kaya akan vitamin A, seng, dan zat besi, seperti daging sapi, ayam, telur, dan sayuran berdaun hijau tua atau merah.
- Para ibu hendaknya memberikan perhatian khusus pada kebersihan anak mereka: Setelah setiap batuk, gunakan kain lembut dan hangat untuk menyeka dahak dari mulut anak. Untuk anak yang lebih besar, ibu dapat meminta mereka berkumur dengan air garam hangat. Setelah setiap muntah, ibu hendaknya menginstruksikan anak-anak mereka tentang kebersihan mulut. Untuk anak yang lebih kecil, larutan garam dapat digunakan untuk membilas hidung mereka.
Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan hal-hal berikut:
- Jaga agar bayi Anda tetap hangat.
- Batasi paparan anak Anda terhadap asap rokok, debu, dan bahan kimia.
Batuk adalah gejala umum pada anak-anak, terutama anak kecil.
- Jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan barang-barang rumah tangga, terutama yang sering digunakan oleh anak-anak. Dan cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun.
- Beberapa makanan tertentu sebaiknya dihindari.
- Hindari makanan manis, karena jenis makanan ini akan memperburuk batuk Anda.
- Makanan yang digoreng dapat membuat perut terasa lebih berat.
- Makanan tinggi lemak menyebabkan produksi lendir lebih banyak dari biasanya.
Redakan sakit tenggorokan anak Anda dengan pengobatan herbal tradisional seperti: Kumquat/lemon kukus dengan gula batu/madu; Kelopak mawar putih kukus dengan gula batu…
Anda dapat menepuk punggung anak dengan lembut untuk membantu mengencerkan dahak. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan minyak pijat bayi, memijat lembut area dada selama sekitar 5 menit, kemudian membalikkan anak ke posisi telentang dan mengulangi prosesnya. Melakukan ini sebelum tidur dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dan meningkatkan kualitas tidur. Berhati-hatilah agar anak tidak terkena angin atau menggunakan kipas angin.
Jangan menggunakan antibiotik tanpa resep dokter. Antibiotik tidak mengurangi gejala batuk dan tidak mencegah perkembangan pneumonia.
Hindari penggunaan obat-obatan yang dapat membahayakan anak-anak, seperti:
Obat batuk mengandung Atropin dan Kodein.
Jangan menggunakan obat tetes hidung yang mengandung obat-obatan seperti vasokonstriktor nafazolin, antihistamin, atau steroid tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Kapan sebaiknya kita membawa anak kita ke dokter?
Jika salah satu dari tanda-tanda berikut muncul, segera bawa anak Anda ke fasilitas medis :
- Tidak mampu minum air atau menolak menyusui;
- Batuknya tidak membaik atau malah memburuk setelah dua hari;
- Demam;
- Napas cepat atau sesak napas
Singkatnya: Batuk adalah masalah umum pada anak-anak, dan berbeda dari batuk orang dewasa baik dari segi penyebab maupun pengobatannya. Oleh karena itu, perlu untuk mengidentifikasi penyebab batuk sebelum menggunakan obat apa pun.
Untuk anak di bawah usia 2 tahun, perlu berkonsultasi dengan fasilitas medis untuk mendapatkan panduan penggunaan obat penekan batuk; jangan membeli obat untuk anak Anda tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Obat penekan batuk dan ekspektoran seringkali tidak efektif untuk anak-anak. Beberapa obat penekan batuk dan ekspektoran bahkan dapat berbahaya bagi anak-anak.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/tre-bi-ho-cha-me-phai-lam-gi-169260129101320509.htm







Komentar (0)