Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Posisi tidur terbaik untuk penderita asam lambung.

SKĐS – Saat tidur dalam posisi yang salah, asam lambung meningkat dan naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan banyak gejala tidak menyenangkan seperti batuk, sendawa, rasa panas di dada, mual... Jadi, posisi tidur apa yang terbaik bagi penderita penyakit refluks gastroesofageal (GERD) untuk meningkatkan kesehatan mereka?

Báo Sức khỏe Đời sốngBáo Sức khỏe Đời sống31/05/2026

Gejala umum penyakit refluks gastroesofageal (GERD)

ISI:
  • Gejala umum penyakit refluks gastroesofageal (GERD)
  • Posisi tidur terbaik untuk penderita asam lambung.
  • Berbaringlah telentang
  • Berbaringlah miring ke kiri
  • Posisi tidur yang harus dihindari bagi penderita asam lambung.

Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) adalah kondisi umum yang dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini sering disebabkan oleh fungsi sfingter esofagus yang buruk, yang memungkinkan isi lambung terdorong kembali ke kerongkongan, sehingga menimbulkan berbagai gejala yang tidak nyaman.

Gejala umum penyakit refluks gastroesofageal meliputi:

  • Bersendawa: Ini sering terjadi, bahkan saat lapar atau belum makan apa pun.
  • Mulas: Sensasi terbakar yang berasal dari perut atau dada bagian bawah, menyebar ke leher dan terkadang ke tenggorokan bagian bawah atau di belakang telinga, disertai rasa asam di mulut.
  • Sensasi terbakar di dada (heartburn): Makanan atau cairan asam dari lambung yang naik kembali ke tenggorokan, sering terjadi setelah makan dan memburuk di malam hari.
  • Muntah dan mual: Hal ini dapat terjadi ketika makan terlalu banyak, berbaring segera setelah makan, atau tidak meninggikan kepala saat tidur.
  • Sensasi terbakar di dada, perasaan sesak atau tekanan di dada.
  • Produksi air liur berlebihan, kesulitan menelan, dan perasaan seperti ada sesuatu yang tersangkut di tenggorokan.
  • Jika refluks asam terjadi di malam hari, pasien mungkin juga mengalami: Batuk kronis. Laringitis. Kambuh atau memburuknya asma yang sudah ada. Gangguan tidur.
Tư thế ngủ tốt nhất cho người mắc trào ngược dạ dày- Ảnh 1.

Tidur telentang adalah posisi tidur yang sangat baik untuk penderita asam lambung. (Gambar ilustrasi)

Posisi tidur terbaik untuk penderita asam lambung.

Berbaringlah telentang

Salah satu posisi tidur terbaik yang dapat Anda terapkan saat menderita refluks asam adalah berbaring telentang. Ini adalah posisi tidur yang sangat baik untuk orang-orang dengan masalah pencernaan, termasuk refluks asam.

Saat berbaring telentang, gunakan bantal untuk menaikkan kepala Anda, sehingga membantu menurunkan posisi perut relatif terhadap kerongkongan. Posisi tidur ini akan membantu mengurangi kemungkinan asam lambung terdorong kembali ke kerongkongan.

Untuk kasus refluks asam lambung parah di malam hari, Anda sebaiknya menaikkan bagian kepala tempat tidur sekitar 25-30 cm. Metode ini telah terbukti secara medis sangat efektif dalam mengurangi refluks asam lambung saat tidur.

Selain itu, berbaring telentang meluruskan tulang belakang Anda. Hal ini secara signifikan mengurangi rasa sakit akibat cedera, luka, dan kondisi kronis.

Berbaringlah miring ke kiri

Selain tidur telentang, tidur miring ke kiri juga merupakan posisi tidur yang baik untuk dicoba ketika Anda mengalami refluks asam. Posisi ini membuat lambung dan pankreas lebih rendah daripada kerongkongan, sehingga efektif mengurangi refluks asam.

Berbaring miring ke kiri membantu proses perpindahan sisa makanan dari usus kecil ke usus besar dengan lebih cepat dan mudah. ​​Hal ini dapat membantu mengurangi gangguan pencernaan. Posisi ini juga membantu mencegah asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Selain itu, tidur dalam posisi ini dapat mengurangi dengkuran atau apnea tidur, sehingga menghasilkan tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.

Posisi tidur yang harus dihindari bagi penderita asam lambung.

Posisi tidur apa yang sebaiknya dihindari oleh penderita refluks asam?

Salah satu posisi tidur yang harus dihindari oleh penderita refluks asam adalah tidur tengkurap. Hal ini sangat penting terutama bagi individu yang kelebihan berat badan dan obesitas. Tidur tengkurap menekan perut, menyebabkan asam dan partikel makanan terdorong kembali ke kerongkongan.

Selain itu, pasien juga harus berhati-hati untuk menghindari berbaring miring ke kanan. Berbaring dalam posisi ini dapat secara tidak sengaja meningkatkan risiko penumpukan asam lambung, yang menyebabkan rasa terbakar di dada atau refluks asam saat tidur.

Sumber: https://suckhoedoisong.vn/tu-the-ngu-tot-nhat-cho-nguoi-mac-trao-nguoc-da-day-16926053100383887.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Anak-anak Tuna Rungu Menggambar Gambar di Pasir

Anak-anak Tuna Rungu Menggambar Gambar di Pasir

Kegembiraan Prajurit Pulau

Kegembiraan Prajurit Pulau

Kabut pagi di Thong Hue

Kabut pagi di Thong Hue